Jual Benih Ikan Air Tawar Berkualitas

 

cropped-head-dj2-2017-2.png

deni rusmawanILA

nila copy

SSA49640

Nila Merah ukuran induk

 

Advertisements

Benih Ikan Baung Ready Stock

cropped-head-dj2-2017-4.png

???????????????????????????????

Indukan baung

Beberapa Tips Budidaya Ikan Lele

  • Tips memilih benih ikan lele yang baik

Tips Pemilihan Benih Ikan Lele yang Berkualitas – Kualitas dari benih ikan lele yang kemudian akan dibudidayakan memang menentukan tingkat dalam kesuksesan atau keberhasilan dari budidaya ikan lele. Pasalnya jika salah dalam memilih benih, maka usaha budidaya ikan lele dapat mengalami kegagalan.

Lalu bagaimana cara untuk memilih jenis dari benih ikan lele yang benar-benar baik? Terdapat beberapa kriteria penting yang paling tidak harus sangat anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli benih-benih ikan lele tertentu. Berikut merupakan beberapa cara singkat yang dapat anda gunakan untuk memilih bibit lele berkualitas.

Beli bibit yang berasal dari pembudidayaan benih ikan lele

Anda dapat membeli benih ikan lele dari balai pembudidayaan benih ikan lele yang mengantongi ijin sertifikasi cara pembenihan ikan yang dinilai baik. Hal semacam ini berguna untuk memastikan jika benih yang berasal dari indukan ikan lele yang benar-benar unggul. Tentunya pembudidaya tersebut juga sudah menerapkan cara-cara pembenihan ikan yang tepat dan baik. Dengan begitu maka benih ikan lele yang anda dapatkan juga terjamin kualitasnya, demikian halnya dengan usaha budidaya lele yang anda jalankan.

Amati gerakan dan fisik benih ikan lele

Jika dilihat dari segi fisik, maka benih ikan lele yang benar-benar berkualitas tentu memiliki ukuran tubuh yang berkualitas. Baik itu ukuran tubuh maupun kepala yang seimbang, tidak terdapat cacat, tidak terdapat luka, sungut benih lele tidak pucat dengan warna tubuh yang mengkilap serta cerah. Selain itu, ciri-ciri lainnya dari benih lele yang berkualitas dan sehat memiliki gerakan lincah, aktif serta tidak menggantung maupun menggerombol pada bagian pojok kolam. Karena ikan yang justru memiliki gerakan malas atau lamban menunjukkan jika ada sebuah masalah pada kesehatan maupun fisiknya.

Ukuran yang cenderung lebih seragam

Perhatikan aspek keseragaman dari ukuran benih. Seringkali ditemui ukuran benih lele yang justru tidak seragam. Padahal kondisi tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan ikan lele menjadi tidak serempak pula. Seperti yang sudah anda ketahui, bahwa jenis ikan yang satu ini memang tergolong sebagai ikan yang memiliki sifat kanibal. Oleh karena itu jika merasa lapar maka ikan lele berukuran lebih besar akan memangsa atau memakan ikan lele lain yang memiliki ukuran jauh lebih kecil. Maka dari itu jika kondisi pertumbuhan ikan lele yang anda budidayakan tidak serentak akan menjadikan usaha anda menjadi gagal panen karena sejumlah ikan dengan pertumbuhan lambat habis dimangsa.

Beberapa tips penting yang ada di atas akan sangat berguna pula bagi anda yang sedang berencana memulai usaha pembudidayaan ikan lele. Dengan demikian maka akan semakin mungkin jika usaha yang anda jalankan juga dapat berjalan dengan lebih lancar, selain itu tentunya juga lebih menekan kemungkinan gagal panen setelah menghabiskan sejumlah biaya dengan nilai besar.

  • Tips memilih induk lele untuk pembenihan

Ciri-ciri induk lele jantan:
– Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.
– Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.
– Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.
– Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress).
– Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina.
– Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa).
– Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.

2. Ciri-ciri induk lele betina
– Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.
– Warna kulit dada agak terang.
– Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.
– Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
– Perutnya lebih gembung dan lunak.
– Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).

3. Syarat induk lele yang baik:
– Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.
– Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil supaya terbiasa hidup di kolam.
– Berat badannya berkisar antara 100-200 gram, tergantung kesuburan badan dengan ukuran panjang 20-5 cm.
– Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan lincah.
– Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina berumur satu tahun.
– Frekuensi pemijahan bisa satu bula sekali, dan sepanjang hidupnya bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya mengandung cukup protein.

4. Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam tersendiri untuk dipijahkan.

5. Perawatan induk lele:
– Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pellet). Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif
tinggi, yaitu ± 60%. Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan.
– Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari berat total ikan.
– Setelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan, sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya. Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah berumur 2 minggu.
– Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati.
– Mengatur aliran air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran tidak perlu deras, cukup 5-6 liter/menit.

  • Tips pemberian rumput azolla untk pembenihan

Azolla microphylla adalah salah satu pakan alternatif yang baik untuk lele, nilai nutrisinya mengandung kadar protein antara 24-30%, kandungan asam amino essensialnya terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibanding dengan konsentrat jagung, dedak dan beras pecah. Untuk pembudidayaannya juga mudah, pada kondisi optimal azolla akan tumbuh baik 35% setiap hari. Bahkan anda bisa mengambil di sawah-sawah yang ditumbuhi azolla.

Cara pemberian pakannya bisa langsung di berikan tapi sebaiknya dalam bentuk kering, kalau diberikan basah akan mengakibatkan lele mengalami keterlambatan pertumbuhan. karena azolla yang basah akan mengakibatkan lele cepat kenyang dan lama untuk lapar.

Cara mengeringkan azolla adalah cukup diangin-anginkan saja, jika dijemur akan merusak nutrisi. Ada juga dengan cara difermentasi terlebih dahulu. bagaimana cara membuatnya? Berikut bahan dan cara pembuatannya.

Bahan-bahan:
Azolla microphylla segar
Dedak / Bekatul /Tepung Ikan
Probiotik starbio f9

Cara membuat fermentasi azolla microphylla:

  1. Timbang azolla microphilla yang segar, kemudian dedak atau bekatul di tambah dengan tepung ikan dengan perbandingan 70% azolla microphylla : 20% Bekatul atau dedak : 10% tepung ikan.
  2. Campur dan mengaduk bahan bahan tersebut hingga homogen.
  3. Tambahkan probiotik STARBIO F9 sebanyak 10 ml untuk 1kg bahan yang sudah dicampur tadi.
  4. Masukan campuran tersebut ke dalam plastik atau karung yang kedap air, kemudian ikat sampai rapat.
  5. Kemudian dibiarkan hingga masa fermentasi selama 3-4 hari.
  6. Bongkar campuran azolla microphilla dan dedak hasil fermentasi.
  7. hasil fermentasi azolla bisa langsung diberikan pada lele sebagai sumber protein tinggi.

 

Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Mataram Masih Rendah

Kepala Dinas Prikanan dan Kelautan Kota Mataram, H L Mazhuriadi mengatakan tingkat konsumsi ikan masyarakat di Kota Mataram sampai saat ini tergolong masih sangat rendah.

Padahal sebagaimana diketahui, ikan memiliki nilai gizi dan protein yang cukup tinggi bagi kecerdasan otak, khususnya pada anak-anak.

Selain itu, Mazhuriadi juga menilai rendahnya tingkat konsumsi ikan pada masyarakat di Kota Mataram selain disebabkan harga ikan yang sedikit mahal, juga disebabkan karena masih kurangnya pemahaman sebagian besar masyarakat kelebihan dan manfaat bisa didapatkan dengan banyak mengkonsumsi ikan.

“Dinas Prikanan dan Kelautan, akan terus mencoba berupaya mendorong kesadaran masyarakat akan manfaat mengkonsumsi ikan,  baik melalui kegiatan penyuluhan, seminar maupun dengan menggandeng berbagai kalangan untuk memberikan pemahaman dan penyadaran secara lansung kepada masyarakat.” ungkapnya Kamis (10/01/2013).

Menurut Mazhuriadi, semakin banyak pusat kuliner berbahan dasar ikan secara tidak langsung semakin memotivasi masyarakat mengkonsumsi ikan.

“Kita ketahui NTB daerah potensial penghasilan ikan tapi sayang tingkat konsumsi ikan masih rendah.” ujarnya.

Ia mengatakan, secara nasional pemerintah telah mencanangkan gerakan gemar makan ikan sebagai bagian dari upaya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Forikan.

Mengatasi air hijau pada kolam

Air  hijau dalam kolam koi adalah momok bagi pengemar Koi, air yang berwarna hijau tidak hanya membuat pemandangan di kolam tidak indah juga membuat Koi tidak bisa dinikmati keindahannya. Problem air kolam berwarna hijau atau Green water sangat biasa terjadi dan dialami para penggemar koi. Air kolam koi yang berwarna hijau disebabkan oleh ledakan populasi ganggang (algae) di dalam kolam atau biasa disebut Algae Booming . Ganggang merupakan fitoplankton yang berukuran sangat kecil dalam orde mikron yang hidup di dalam air kolam koi. Sebagaimana tumbuhan lainnya ganggang mengkonsumsi Ammonia untuk tumbuh dan berkembang, sehingga ganggang akan tumbuh dengan sangat subur jika terdapat Ammonia yang cukup di dalam air. Semakin tinggi kandungan  amonia  di kolam  koi akan membuat kolam menjadi cepat berwarna hijau.

Ammonia di dalam kolam koi dihasilkan dari kotoran ikan koi, sisa makanan, hewan mati dan tumbuh-tumbuhan mati yang membusuk di dalam kolam. Biasanya pertumbuhan ganggang akan berlangsung dengan pesat pada saat suhu di dalam kolam mulai meningkat terutama pada musim panas dan kemarau. Problem air  hijau di kolam koi tidak bisa diatasi dengan menggunakan filter mekanis karena ukuran ganggang yang sangat kecil yang tidak memungkinkan disaring.

Untuk mengatasi masalah air hijau pada kolam koi perlu dicari sebab utamanya. Ada beberapa kondisi ideal yang memungkinkan algae tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu solusi untuk mengatasinya adalah mengurangi atau menghilangkan kondidi-kondisi ideal ganggang tumbuh dan berkembang. Kondisi ideal untuk algae tumbuh pesat jumlahnya adalah:

  1. Suhu air di dalam Kolam yang hangat, Algae tumbuh dengan baik di suhu  air yang hangat. Pada musim kemarau atau musim panas suhu air di dalam kolam cenderung meningkat sehingga memungkinkan ganggang tumbuh dengan baik.
    2. Sinar Matahari yang penuh di dalam kolam, Sebagaimana halnya tumbuhan lain di , algae memerlukan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis. Pada kolam outdoor sinar matahari akan secara penuh masuk ke dalam kolam sehingga Algae dapat tumbuh dengan baik.
    3. Sisa  Makanan Koi yang berlebih, sisa makanan ikan yang berlebih akan  membusuk dan menghasilkan ammonia. Amonia merupakan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan ganggang.
    4. Kotoran Koi menghasilkan Amonia. Kotorabn Koi yang mengandung ammonia akan membuat algae tumbuh dengan subur.

Jika sebagian atau keseluruhan  syarat tersebut  terpenuhi, ganggang di kolam koi akan  tumbuh dengan baik dan air akan menjadi  berwarna hijau (booming algae). Karena itu  Kunci untuk membersihkan air hijau adalah dengan menghilangkan  atau meminimalkan kondisi ideal untuk pertumbuhan mereka.

Untuk mengendalikan pertumbuhan  Algae di kolam ikan koi dapat dilakukann dengan beberapa cara. Bisa dipilih cara yang tepat atau kombinasi  beberapa cara yang paling mungkin dan efisien.

1. Menaungi Kolam Koi

Kehangatan air dan ketersediaan cahaya untuk fotosintesis dipengaruhi  oleh sinar matahari yang masuk ke dalam kolam koi. Menaungi  kolam akan mengurangi cahaya matahari di kolam. Jika cahaya yang masuk berkurang maka pertumbuhan ganggang akan terhambat Menaungi kolam dapat dilakukan dengan memasang atap atau dengan menanam pohon di sekitar kolam. Menanam pohon di sekitar kolam bisa membuat  kolam kotor oleh daun-daunan yang terjatuh.

2. Buang Semua Kotoran Yang menghasilkan Ammonia

Menghilangkan kotoran baik yang bersifat fisik maupun kimia. Pembuangan ini dilakukan dengan memasang sistem filter kolam koi yang baik dan tepat. Sistem Filter fisik menghilangkan sebagian besar bahan organik yang membusuk di kolam. Filter kolam koi harus memiliki kapasitas  tidak kurang dari 10% dari volume kolam koi, idealnya adalah 30% Volume kolam. Air yang sudah masuk ke dalam filter dikembalikan lagi ke dalam kolam dalam bentuk yang sudah bersih menggunakan pompa. Pompa ini  harus mampu mengalirkan seluruh volume air kolam  dalam satu jam/satu siklus putaran dalam satu jam. Misalnya volume kolam adalah 6000 liter, maka kemampuan pompa haruslah 6000 liter/jam dan volume filter 1800 liter.

Filter kolam koi biasanya memiliki beberapa chamber, filter mekanis, filter biologis dan kimia.Material yang tidak mampu di sharing dengan  filter mekanis difilter dengan filter biologi dan kimia. Pada ruang filter biologis bakteri tertentu mengubah amonia menjadi nitrit ini, yang selanjutnya dikonversi oleh bakteri lain ke nitrat. Nitrat kurang berbahaya daripada kedua, tetapi mereka kuat pupuk untuk semua tanaman di dalam kolam, termasuk ganggang.

3. Menambahkan tanaman pada ruang filter

Tanaman akan mengkonsumsi amonia untuk kelangsungan hidupnya. Dengan memberikan tanaman air pada ruang filter akan mengurangi makanan untuk algae sehingga tidak dapat tumbuh dengan  baik.

4. Memberikan Zat Water Cleaner

Water Cleaner menggunakan metode kimia untuk mengendalikan algae, Water cleaner akan membunuh algae  atau menghambat semua jenis ganggang  yang ada dalam air. Karena water cleaner merupakan zat racun , maka perlu berhati-hati dalam menggunakannya. Dalam dosis yang berlebihan akan dapat meracuni ikan koi.

5. Menambahkan Carbon Aktif  dan Batu Zeolit

Karbon aktif dapat menyerap zat-zat kimia berbahaya di dalam kolam koi demikian pula dengan Batu zeolite.

6. Menambahkan Lampu Ultra Violet

Sistem lampu ultraviolet yang dirancang untuk membunuh alga dan membuat mereka menggumpal, selanjutnya algae yang sudah mati dapat disaring dengan filter mekanis. Lampu UV secara efektif dapat  menghilangkan air hijau di kolam koi dalam waktu singkat.

7. Mengganti air sebagian secara periodik.

Mengganti air secara periodik  10-30%  dari volume air kolam akan membantu mengurangi kandungan amonia dalam air , jika diperlukan dapat dilakukan  setiap hari. Jika tidak, Anda bisa  dilakukan penggantian air kolam sebagian setiap minggu. Jangan mengganti air kolam keseluruhan , karena kondisi air yang sudah mature akan kembali dari nol. Ikan perlu beradaptasi lagi dan sistem filter biologis tidak bekerja secara sempurna.

Cara-cara tersebut merupakan beberapa alternatif yang bisa dipilih agar  dapat mengurangi dan menghilangkan air hijau di kolam. Pada dasarnya air hijau di dalam kolam koi dapat diatasi dengan sistem filter kolam yang baik dan mumpuni. Karena itu jika kolam koi berwarna hijau periksa sistem filternya, dari mulai rancangannya, volumenya, kapasitas pompa dan lain-lain.