Mengatasi air hijau pada kolam

Air  hijau dalam kolam koi adalah momok bagi pengemar Koi, air yang berwarna hijau tidak hanya membuat pemandangan di kolam tidak indah juga membuat Koi tidak bisa dinikmati keindahannya. Problem air kolam berwarna hijau atau Green water sangat biasa terjadi dan dialami para penggemar koi. Air kolam koi yang berwarna hijau disebabkan oleh ledakan populasi ganggang (algae) di dalam kolam atau biasa disebut Algae Booming . Ganggang merupakan fitoplankton yang berukuran sangat kecil dalam orde mikron yang hidup di dalam air kolam koi. Sebagaimana tumbuhan lainnya ganggang mengkonsumsi Ammonia untuk tumbuh dan berkembang, sehingga ganggang akan tumbuh dengan sangat subur jika terdapat Ammonia yang cukup di dalam air. Semakin tinggi kandungan  amonia  di kolam  koi akan membuat kolam menjadi cepat berwarna hijau.

Ammonia di dalam kolam koi dihasilkan dari kotoran ikan koi, sisa makanan, hewan mati dan tumbuh-tumbuhan mati yang membusuk di dalam kolam. Biasanya pertumbuhan ganggang akan berlangsung dengan pesat pada saat suhu di dalam kolam mulai meningkat terutama pada musim panas dan kemarau. Problem air  hijau di kolam koi tidak bisa diatasi dengan menggunakan filter mekanis karena ukuran ganggang yang sangat kecil yang tidak memungkinkan disaring.

Untuk mengatasi masalah air hijau pada kolam koi perlu dicari sebab utamanya. Ada beberapa kondisi ideal yang memungkinkan algae tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu solusi untuk mengatasinya adalah mengurangi atau menghilangkan kondidi-kondisi ideal ganggang tumbuh dan berkembang. Kondisi ideal untuk algae tumbuh pesat jumlahnya adalah:

  1. Suhu air di dalam Kolam yang hangat, Algae tumbuh dengan baik di suhu  air yang hangat. Pada musim kemarau atau musim panas suhu air di dalam kolam cenderung meningkat sehingga memungkinkan ganggang tumbuh dengan baik.
    2. Sinar Matahari yang penuh di dalam kolam, Sebagaimana halnya tumbuhan lain di , algae memerlukan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis. Pada kolam outdoor sinar matahari akan secara penuh masuk ke dalam kolam sehingga Algae dapat tumbuh dengan baik.
    3. Sisa  Makanan Koi yang berlebih, sisa makanan ikan yang berlebih akan  membusuk dan menghasilkan ammonia. Amonia merupakan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan ganggang.
    4. Kotoran Koi menghasilkan Amonia. Kotorabn Koi yang mengandung ammonia akan membuat algae tumbuh dengan subur.

Jika sebagian atau keseluruhan  syarat tersebut  terpenuhi, ganggang di kolam koi akan  tumbuh dengan baik dan air akan menjadi  berwarna hijau (booming algae). Karena itu  Kunci untuk membersihkan air hijau adalah dengan menghilangkan  atau meminimalkan kondisi ideal untuk pertumbuhan mereka.

Untuk mengendalikan pertumbuhan  Algae di kolam ikan koi dapat dilakukann dengan beberapa cara. Bisa dipilih cara yang tepat atau kombinasi  beberapa cara yang paling mungkin dan efisien.

1. Menaungi Kolam Koi

Kehangatan air dan ketersediaan cahaya untuk fotosintesis dipengaruhi  oleh sinar matahari yang masuk ke dalam kolam koi. Menaungi  kolam akan mengurangi cahaya matahari di kolam. Jika cahaya yang masuk berkurang maka pertumbuhan ganggang akan terhambat Menaungi kolam dapat dilakukan dengan memasang atap atau dengan menanam pohon di sekitar kolam. Menanam pohon di sekitar kolam bisa membuat  kolam kotor oleh daun-daunan yang terjatuh.

2. Buang Semua Kotoran Yang menghasilkan Ammonia

Menghilangkan kotoran baik yang bersifat fisik maupun kimia. Pembuangan ini dilakukan dengan memasang sistem filter kolam koi yang baik dan tepat. Sistem Filter fisik menghilangkan sebagian besar bahan organik yang membusuk di kolam. Filter kolam koi harus memiliki kapasitas  tidak kurang dari 10% dari volume kolam koi, idealnya adalah 30% Volume kolam. Air yang sudah masuk ke dalam filter dikembalikan lagi ke dalam kolam dalam bentuk yang sudah bersih menggunakan pompa. Pompa ini  harus mampu mengalirkan seluruh volume air kolam  dalam satu jam/satu siklus putaran dalam satu jam. Misalnya volume kolam adalah 6000 liter, maka kemampuan pompa haruslah 6000 liter/jam dan volume filter 1800 liter.

Filter kolam koi biasanya memiliki beberapa chamber, filter mekanis, filter biologis dan kimia.Material yang tidak mampu di sharing dengan  filter mekanis difilter dengan filter biologi dan kimia. Pada ruang filter biologis bakteri tertentu mengubah amonia menjadi nitrit ini, yang selanjutnya dikonversi oleh bakteri lain ke nitrat. Nitrat kurang berbahaya daripada kedua, tetapi mereka kuat pupuk untuk semua tanaman di dalam kolam, termasuk ganggang.

3. Menambahkan tanaman pada ruang filter

Tanaman akan mengkonsumsi amonia untuk kelangsungan hidupnya. Dengan memberikan tanaman air pada ruang filter akan mengurangi makanan untuk algae sehingga tidak dapat tumbuh dengan  baik.

4. Memberikan Zat Water Cleaner

Water Cleaner menggunakan metode kimia untuk mengendalikan algae, Water cleaner akan membunuh algae  atau menghambat semua jenis ganggang  yang ada dalam air. Karena water cleaner merupakan zat racun , maka perlu berhati-hati dalam menggunakannya. Dalam dosis yang berlebihan akan dapat meracuni ikan koi.

5. Menambahkan Carbon Aktif  dan Batu Zeolit

Karbon aktif dapat menyerap zat-zat kimia berbahaya di dalam kolam koi demikian pula dengan Batu zeolite.

6. Menambahkan Lampu Ultra Violet

Sistem lampu ultraviolet yang dirancang untuk membunuh alga dan membuat mereka menggumpal, selanjutnya algae yang sudah mati dapat disaring dengan filter mekanis. Lampu UV secara efektif dapat  menghilangkan air hijau di kolam koi dalam waktu singkat.

7. Mengganti air sebagian secara periodik.

Mengganti air secara periodik  10-30%  dari volume air kolam akan membantu mengurangi kandungan amonia dalam air , jika diperlukan dapat dilakukan  setiap hari. Jika tidak, Anda bisa  dilakukan penggantian air kolam sebagian setiap minggu. Jangan mengganti air kolam keseluruhan , karena kondisi air yang sudah mature akan kembali dari nol. Ikan perlu beradaptasi lagi dan sistem filter biologis tidak bekerja secara sempurna.

Cara-cara tersebut merupakan beberapa alternatif yang bisa dipilih agar  dapat mengurangi dan menghilangkan air hijau di kolam. Pada dasarnya air hijau di dalam kolam koi dapat diatasi dengan sistem filter kolam yang baik dan mumpuni. Karena itu jika kolam koi berwarna hijau periksa sistem filternya, dari mulai rancangannya, volumenya, kapasitas pompa dan lain-lain.

Petani sulap lahan pertanian jadi tambak ikan

ilustrasi Petani membangun lahan tambak baru di bekas kawasan hutan manggrove, Desa Gano, Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (3/2).(ANTARA FOTO/Ampelsa)

Samarinda (ANTARA News) – Petani di Desa Sebakung, Kabupaten Penajam Paseru Utara, Kalimantan Timur, menyulap lahan pertanian menjadi tambak ikan air tawar guna meningkatkan penghasilan.

“Sejak pertengahan tahun lalu sawah seluas 13 hektare saya manfaatkan menjadi tambak ikan tawar. Dua jenis ikan yang saya pelihara yakni ikan nila dan ikan mas,” kata Munirun, salah seorang petani di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, di Penajam, Kamis.

Ia mengatakan sudah memanen ikan nila 600 kg dan hasilnya Rp15 juta. Tidak sulit untuk menjual ikan nila ini karena permintaannya cukup banyak.

Menurut dia, risiko memelihara ikan air tawar relatif kecil. Yang menjadi gangguan utama hanya burung dan biawak, namun hal tersebut bisa diatasi bila rajin mengusir burung yang biasanya memangsa ikan pada siang hari.

Pada awalnya, kata dia, tambak miliknya ini adalah sawah dan sering ditanami padi, tetapi hasilnya kurang memuaskan dan dinilai masih kurang untuk memenuhi kebutuhannya.

Dia mengaku, awalnya ia membeli bibit ikan nila dan emas di Jawa Timur sebanyak 400.000 ekor. Harga bibit ikan relatif murah bila dibandingkan membeli di Penajam Paser Utara. Sekarang ikan nila terus bertelur sehingga jumlahnya terus bertambah.

“Untuk panen awal, hanya ikan nila karena ukuran ikan nila cukup besar, hanya 4 ekor untuk 1 kg. Sementara untuk ikan emas belum besar dan kemungkinan dua bulan lagi baru bisa panen,” ujarnya.

Untuk pakan ikan air tawar, menurut Munirun, tidak kesulitan karena hanya memberikan pupuk agar bisa menyuburkan lumut yang menjadi makanan utama ikan nila dan ikan emas. Sedangkan untuk pemasaran, menurut dia, tidak ada masalah karena banyak pedagang ikan yang datang membeli.

“Bahkan sampai meminta saya menyiapkan 2 ton/hari. Jelas saya tidak mampu memenuhi permintaan mereka karena mau ambil ikan dari mana dalam jumlah banyak,” katanya.

Munirun mengatakan, setelah seluruh ikan sudah dipanen, akan kembali menanam padi. Tambak miliknya itu airnya akan dikurangi dan selanjutnya akan ditanami padi.

Namun, katanya, tanaman padi ini hanya dilakukan setahun sekali dan hanya pada musim hujan saja. Untuk meningkatkan penghasilan, petani harus lakukan seperti itu.

Daftar harga Obat Perikanan

 

No

NAMA

HARGA (Rupiah)

BERAT BERSIH

KETERANGAN

1

Ovaprim

Rp. 270.000

10 ml

Hormon Perangsang Ovulasi

2

Choluron

Rp. 120.000

5 ml

3

Nusim

Rp. 35.000

50 gr

Pembasmi Bakteri, Virus dan Jamur

4

Premium C Aquatic

Rp. 35.000

100 gr

Vitamin C untuk Ikan

5

Enrofish

Rp. 35.000

100 cc

Pencegahan Penyakit

6

Aqua Simba D

Rp. 50.000

1 liter

Probiotik cair

7

Tiger Bac

Rp. 100.000

500 gr

Pupuk Probiotik untuk media bak terpaldan bak tembok

8

Super Lele

Rp. 50.000

500 ml

Probiotik

9

Repture

Rp. 75.000

1 liter

Probiotik cair

10

Nutrifish

Rp. 75.000

1 liter

Nutrisi tambahan untuk ikan

11

Stabilizer

Rp. 100.000

120 ml

Obat bius untuk benih dan indukan ikan

12

Gold 100

Rp. 15.000

 

Obat anti biotik

13

Elbayu

Rp. 15.000

 

Obat stress ikan khusus untuk Packing

14

Tosim

Rp. 35.000

 

Obat anti jamur

15

Feeding Tub (kateter)

Rp.100.000

 

Selang Pemeriksaan Telur ikan

16

Artemia (pakan)

Rp. 400.000-

Rp. 600.000

 

Pakan alami untuk larva

 

Budidaya Ikan Baung

DESKRIPSI IKAN BAUNG

1.1 SEJARAH SINGKAT

Ikan baung (Mystus nemurus C.V) termasuk ikan asli Indonesia, tetapi namanya tidak populer seperti ikan-ikan air tawar lainnya. Bahkan ikan ini sepertinya dianggap tidak ada, dan tak pernah dilirik orang. Ini wajar karena lidah orang Indonesia belum terbiasa dengan rasa ikan ini. Mereka lebih terbiasa dengan ikan mas, nila, dan lele.

Meski tidak populer, tetapi pasar ikan baung tetap terbuka. Karena ikan ini dapat dijual baik di pasar domestik mapun pasar internasional. Pasokan dari produsen masih belum mampu memenuhi permintaan. Karena jumlah pembudiadayanya masih sedikit. Keadaan ini telah membuka peluang untuk menjadi sebagai lahan usaha.

Di beberapa daerah dan negara, sebutan baung berbeda-beda, atau disebut pula dengan nama lokal. Di Jakarta dan Malaysia ikan baung lebih dikenal dengan tiga sebutan, yaitu ikan bawon, ikan singal, dan ikan senggal. Sementara itu di Jawa Barat disebut ikan singgah, dan di Jawa Tengah terkenal dengan sebutan tagih dan tenggah. Sedangkan ikan baung sendiri berasal dari Sumatra dan Kalimantan.

Sama seperti ikan lain budidaya ikan baung dimulai dengan pembenihan. Pembenihan tidak dilakukan secara alami, tetapi hanya bisa dilakukan secara buatan. Namun cara itu untuk saat ini tidak sulit.

Pada tahap pembesaran juga tidak sulit. Karena ikan baung dapat dipelihara dalam wadah apa saja, termasuk di kolam tanah dan jaring terapung. Sistem pemeliharannya sama dengan ikan-ikan yang lainnya, bisa secara tradisional bisa juga secara intensif. Namun satu hal yang harus dipikirkan. Jangan pernah berhenti di tengah jalan.

1.2 KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI

Ikan dan juga hewan lain bisa dibedakan dari klasifikasinya. Klasifikasi ini di buat oleh para ahli biologi. Seorang ahli bernama Imaki et al. (1978) mengklasifikasikan ikan baung ke dalam

Phylum            : Chordata;

Class                : Pisces;

Sub class          : Teleostei;

Ordo                : Ostariophysi;

Sub ordo          : Siluridea;

Family             : Bagridae;

Genus              : Mytus; dan

Species            : Mytus nemurus C.V

Selain digolongkan melalui klasifikasi, setiap mahluk bisa dibedakan dari tanda-tanda bagian tubuhnya, atau lebih dikenal dengan istilah morfologi. Baung mempunyai bentuk badan memanjang, dengan perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan 4 : 1. Baung juga berbadan bulat dengan perbandinga tinggi badan dan lebar badan 1 : 1. Keadaan itu bisa dibilang badan baung itu bulat. Punggungnya tinggi pada awal, kemudian merendah sampai di bagian ekor.

1.3 HABITAT DAN PENYEBARAN

Ikan baung adalah ikan asli Indonesia. Ikan ini banyak hidup di air tawar. Daerah yang paling disukai adalah perairan yang tenang, bukan air yang deras. Karena itu, ikan baung banyak ditemukan di rawa-rawa, danau-danau, waduk dan perairan yang tenang lainnya. Meski begitu, ikan baung tetap memerlukan oksigen yang tinggi untuk kehidupannya.

Ikan baung tumbuh dan berkembang di perairan tropis. Daya adaptasinya tergolong rendah, kurang tahan terhadap perubahan lingkungan, dan serangan penyakit. Ketidaktahanan pada keduanya terutama terjadi pada fase benih yaitu dari ukuran 0,5 – 2 cm.

Ikan baung dapat hidup pada ketinggian sampai 1.000 m di atas permukaan laut, hidup baik pada suhu antara 24 – 29 O C, derajat keasaman (pH) antara 6,5 – 8, kandungan oksigen minimal 4 ppm, dan air yang tidak terlalu keruh dengan kecerahan pada pengukuran alat secchi disk.

Di Sumatra, ikan baung banyak ditemukan di Danau Toba, tetapi populasinya terus berkurang, karena adanya penangkapan yang tidak selektif. Di Danau tondano Sulawesi, ikan baung juga banyak ditemukan, tetapi jumlahnya sudah sangat sedikit. Demikian juga dengan danau-danau, dan rawa-rawa lain yang ada diseluruh Indonesia.

Di Jawa Barat, ikan baung banyak ditemukan di tiga waduk besar, yaitu Waduk Jatiluhur, Saguling dan Cirata. Populasi ikan baung di ketiga waduk itu cukup tinggi, mengingat keadaan perairan yang sesuai dengan habitat hidupnya. Bagi masyarakat sekitar waduk, ikan baung telah menjadi salah satu ikan tangkapan yang dapat menjadi sumber kehidupan.

Selain di danau, rawa dan waduk, ikan baung juga sering ditemukan di sungai-sungai. Tentu saja bukan sungai yang berair deras, tetapi sungai yang arus airnya lambat. Ikan baung banyak ditemukan di sungai-sungai di Propinsi Riau. Selain di sana, ikan baung juga banyak ditemukan di sungai lain di seluruh Indonesia.

Ikan baung termasuk ikan yang penyebarannya cukup luas. Selain di Indonesia, ikan baung juga banyak ditemukan di Hindia Timur, yang meliputi Malaya, Indocina, Singapura dan Thailand. Menurut Sriyusanti, selain di Benua Asia, ikan baung juga banyak ditemukan di Benua Afrika.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

2.1  MANAJEMEN INDUK

Kolam induk ikan baung adalah tempat untuk pematangan gonad induk jantan dan betina, sebelum atau sesudah dipijahkan. Tidak seperti ikan nila dan mas, kolam induk jantan dan betina harus dibuat terpisah, kolam induk Baung bisa disatukan. Karena pada ikan Baung tidak akan terjadi pemijahan liar.

Kolam induk ikan baung sebaiknya dibuat dari beton, atau tembok, agar kuat. Kalau tidak ada kolam beton, bisa juga kolam tanah, karena kolam ini tidak terlalu lama digunakan, dan sewaktu-waktu bisa diperbaiki. Ukuran kolam induk tidak boleh terlalu luas, maksimal 50 m2. Tujuannya agar memudahkan dalam pengeringan sewaktu seleksi.

Seperti kolam-kolam lainnya, kolam-kolam ini dilengkapi dengan lubang pemasukan, dan pengeluaran air. Tujuannya agar memudahkan dalam pengairan kolam, sehingga kualitas air dapat tetap baik. Keadaan dasar kolam harus melandai ke lubang pengeluaran air, agar memudahkan dalam pengeringan

Induk baung dipelihara dengan kepadatan 3-5 ekor/m2. Kolam pemeliharaan induk dapat berupa kolam tanah atau tembok dan memiliki saluran pemasukan dan pengeluaran air. Kualitas air untuk induk adalah ; suhu 25-30 0C, pH 6,0-8,5 dan kandungan oksigen terlarut >4 mg/L.

Dalam pemberian Pakan Induk Ikan Baung ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :

  1. Pemberian pakan disarankan menggunakan pakan alami seperti keong Mas, kerang air tawar, dan lain-lain
  2. Pengistirahatan dilakukan induk setelah menginjak musim kemarau
  3. Jika menggunakan pakan buatan/pellet, memiliki kandungan Protein 30-35%, pemberian Pakan dilakukan setiap hari sebanyak 3 % bobot biomas/hari dengan frekuensi pemberian Pakan 2-3 kali/hari

 

2.2  SELEKSI INDUK

Jantan dan betina setiap hewan, termasuk ikan baung dapat dibedakan dengan jelas. Tentu saja sebelumnya harus dipelajari terlebih dahulu, yaitu dengan melihat dari dekat tanda-tanda pada tubuh ikan tersebut. Bagi yang sudah paham, membedakan jantan dan betina tidak harus dari dekat, tetapi dari jauh saja sudah cukup.

Seperti hewan lain, ikan baung bisa dibedakan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh bagian luar. Untuk membedakan kedua jenis itu dapat dilihat dari bentuk tubuh, warna kulit, dan alat kelamin. Pada organ tubuh itu jelas sekali perbedaannya. Agar lebih paham, seorang pembudidaya harus terjun langsung membedakan sendiri.

Induk jantan ditandai dengan tubuh ramping dan panjang, warna kulit cerah agak kemerahan, serta memiliki satu alat kelamin yang bentuknya panjang. Pada jantan yang matang, warna kelamin memerah dan agak menggembung. Selain itu bila diurut terkadang keluar cairan berwarna putih susu.

Sedangkan induk betina ditandai dengan tubuh gemuk dan pendek, warna kulit agak kusam dan lebih halus, serta memiliki dua alat kelamin, satu untuk mengeluarkan telur, dan satu lagi untuk mengeluarkan air kencing. Pada induk yang sudah matang dapat dicirikan dengan perutnya yang gendut, permukaan kulit lebih lembut, bila diurut terkadang keluar telur berwarna kecoklatan.

 

2.3  PEMIJAHAN

Meski merupakan ikan asli Indonesia, tetapi baung belum dapat dipijahkan secara alami. Ikan baung hanya dapat dipijahkan secara buatan. Yaitu dengan menyuntikan hormon perangsang keluarnya telur ke dalam tubuh lalu mengeluarkan telur dengan cara mengurut perutnya. Mengingat pengamatan kearah itu jarang dilakukan para ahli. Bisa juga karena pemijahan buatan dianggap lebih praktis.

Pemijahan Buatan yaitu memberikan rangsangan hormon hipophysa untuk mempercepat kematangan gonad serta ovulasinya dilakukan secara buatan dengan tehnik stripping/pengurutan. Hormon hipophysa berasal dari kelenjar hipophysa, yaitu hormon gonadotropin. Fungsi hormon gonadotropin :

–          Gametogenesis : Memacu kematangan telur dan sperma, disebut Follicel Stimulating Hormon. Setelah 12 jam penyuntikan, telur mengalami ovulasi (keluarnya telur dari jaringan ikat indung telur). Selama ovulasi, perut ikan betina akan membengkak sedikit demi sedikit karena ovarium menyerap air. Saat itu merupakan saat yang baik untuk melakukan pengurutan perut (stripping).

–          Mendorong nafsu sex (libido)

Ekstrak hipofisa dapat berasal dari ikan lele atau ikan mas sebagai donor. Penyuntikan dengan ekstrak hipofisa dilakukan dengan dosis 1 kg donor/kg induk (bila menggunakan donor ikan lele) atau 2 kg donor/kg induk (bila menggunakan donor ikan mas). Penyuntikan menggunakan Ovaprim dilakukan dengan dosis 1 ml/kg induk ditambah larutan Aquades  sebanyak 0,5 ml/kg induk.

Penyuntikan dilakukan satu kali secara intramuscular yaitu pada bagian punggung ikan. Rentang waktu antara penyuntikan dengan ovulasi telur 10 – 12 jam tergantung pada suhu inkubasi induk.

Prosedur pemijahan buatan meliputi:

  • Pemeriksaan ovulasi telur pada induk betina,
  • Pengambilan kantung sperma pada ikan jantan,
  • Pengenceran sperma pada larutan fisiologis (NaCl 0,9%) dengan perbandingan 1 : 50 – 100, Pengurutan induk betina untuk mengeluarkan telur
  • Pencampuran telur dan sperma secara merata untuk meningkatkan pembuahan (fertilisasi),
  • Penebaran telur yang sudah terbuahi secara merata pada media Aquarium atau Bak Fiber.

Penetasan telur sebaiknya dilakukan pada air yang mengalir untuk menjamin ke tersediaan oksigen terlarut dan penggantian air yang kotor akibat pembusukan telur yang tidak terbuahi. Peningkatan kandungan oksigen terlarut dapat pula diupayakan dengan pemberian airasi. Telur Baung menetas 30 – 36 jam setelah pembuahan pada suhu 22 –25 oC. Larva Baung yang baru menetas memiliki cadangan makanan berupa kantung telur (yolksack) yang akan diserap sebagai sumber makanan bagi larva sehingga tidak perlu diberi pakan. Penetasan telur dan penyerapan yolksack akan lebih cepat terjadi pada suhu yang lebih tinggi. Pemeliharaan larva dilakukan dalam hapa penetasan. Pakan dapat mulai diberikan setelah larva umur 4 – 5 hari atau ketika larva sudah dapat berenang bebas dan berwarna hitam

VAKSINASI IKAN

CARA PEMBERIAN VAKSIN

A. Syarat Pemberian Vaksin :

  1. Ikan berumur lebih dari 3 minggu
  2. Ikan dalam keadaan tidak sakit atau keadaan sehat

B. Metode Pemberian Vaksin

1.Perendaman
  • Cocok untuk benih
  • Lama: 15-30 menit
  • Dosis: 10 cc/100 L air untuk 500-1000 ekor benih ikan ukuran 2-3 cm
2.Suntik
  • Cocok untuk induk (ikan besar/berharga)
  • Dosis: 0,1 cc/kg ikan
3.Pakan
  • Cocok untuk ikan di kolam
  •  Dosis: 5 cc/kg pakan selama 3-7 hari

CARA PEMBERIAN VAKSIN

DENGAN METODE PERENDAMAN/DIPPING

vaksin1

Keterangan Gambar :

  1. Siapkan Vaksin, Spuit, dan Gelas Ukur
  2. Masukan air ke dalam wadah Vaksinasi
  3. Siapkan Aerator/oksigen
  4. Ambil Vaksin sesuai Dosis
  5. Masukan Vaksin ke wadah kecil
  6. Masukan Ikan ke dalam wadah Vaksinasi
  7. Masukan Larutan Vaksin ke wadah vaksinasi
  8. Simpan/rendam ikan selama 15-30 menit
  9. Bersihkan wadah dan peralatan yang dipakai selama Vaksinasi menggunakan detergen dll