Jual Telur Gurame Berkualitas

Bagi anda yang membutuhkan telur ikan gurame berkualitas untuk usaha budidaya ikan, kami menyediakan telur dari indukan Gurame tatar sunda.

Kami menjual telur ikan gurame berwarna kuning keemasan dengan daya tetas 90 persen

Dimulai dari kolam indukan yang terkontrol dengan baik, kemudian telur di panen dengan cermat dan segera dbersihkan dari minyak oil globulin

bersh

Dibersihkan

hit.png

Penghitungan telur

telur Gurame

Telur Gurame siap jual

hub3.jpg

 

Advertisements

Jual Benih Ikan Air Tawar Berkualitas

 

cropped-head-dj2-2017-2.png

deni rusmawanILA

nila copy

SSA49640

Nila Merah ukuran induk

 

Program “Sehatkan” Beri Dampak Positif bagi Masyarakat Pembudidaya

Program “Sehatkan” berupa fasilitasi sertifikasi hak atas tanah bagi pembudidaya ikan yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), mendapat sambutan postif dari masyarakat pembudidaya. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Sobjakto, mengatakan, program yang telah ada sejak tahun 2012, dengan menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) tersebut, telah memberikan dampak positif bagi masyarakat pembudidaya ikan.

Kemudahan akses pembiayaan, telah secara nyata mampu meningkatkan nilai tambah modal bagi pembudidaya dalam mengembangkan kapasitas usaha. Pembiayaan yang diberikan, lanjut Slamet, akan mendorong pembudidaya melakukan re-investasi, sehingga akan mempercepat proses pengembangan kawasan budidaya. Oleh karenanya, para pembudidaya harus memiliki cara pandang yang visioner dalam mengelola usahanya. “Kami akan dorong pemilik sertifikat yang masih minim permodalan untuk dapat memanfaatkan skema-skema kredit lunak baik melalui KUR, maupun program CSR dari perusahaan. Harapannya dengan begitu usaha yang mereka geluti akan berkesinambungan, lebih kuat dan mandiri,” papar Slamet saat membuka acara Temu Koordinasi Perikanan Budidaya di Hotel Grand Serpong, Tangerang, Senin (8/5).

Sementara itu, Nasem, salah seorang pembudidaya ikan bandeng di Kabupaten Indramayu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program “Sehatkan” yang digagas pemerintah. Menurutnya, sebelum adanya program ini, usahanya sangat sulit untuk mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan maupun pihak lain karena tidak memiliki sertifikat tanah, sehingga usaha yang ia geluti sulit berkembang. “Terus terang sebelum ada program Sehatkan kami masyarakat enggan mengurus sertifikat tanah,  karena butuh waktu lama dan prosesnya sangat ribet, namun melalui program ini semua telah diurus oleh pemerintah,” kata Nasem saat dikonfirmasi via telpon. Bukan hanya itu, dirinya mengaku, bahwa baru-baru ini dirinya telah mendapatkan akses permodalan dari program kemitraan kegiatan PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) PT. PELNI senilai 50 juta rupiah.

Demikian halnya dengan Munir, Koordinator Fasilitasi “Sehatkan” sekaligus sebagai pembudidaya ikan di Kecamatan Muncar Banyuwangi. Dirinya mengaku, sejak adanya program ini, usaha budidaya yang digelutinya semakin berkembang karena adanya tambahan modal melalui kredit perbankan yang digelontorkan Bank BRI dan lembaga pembiayaan swasta lainnya. “Saat ini kami cukup mudah mendapatkan akses kredit, dan semakin dipercaya, seiring adanya jaminan sertifikat yang kami miliki, disamping usaha budidaya yang lebih berkembang dari sebelumnya,” ungkapnya.

Sumber data yang terlaporkan ke KKP mencatat hingga tahun 2015 setidaknya sebanyak 7.739 sertifikat hak atas tanah pembudidaya yang telah diterbitkan BPN, dimana dari jumlah tersebut sebanyak 362 sertifikat telah diagunkan ke Bank dengan nilai kredit mencapai lebih dari 6,8 miliar rupiah. Sedangkan tahun 2017 KKP mengusulkan sebanyak 11.000 bidang tanah untuk disertifikasi ke Kementerian ATR/BPN. (Humas DJPB/RHP)

Sumber : http://news.kkp.go.id/index.php/program-sehatkan-beri-dampak-positif-bagi-masyarakat-pembudidaya/

Limbah Kolam Ikan Dapat Dimanfaatkan untuk Akuaponik

Bau yang tidak sedap dan kotonya kolam ikan adalah sesuatu yang banyak dibenci orang ketika mengembangkan budidaya ikan air tawar. Jika kita kreatif, maka bau dan kotoran tersebut tidak akan menjadi masalah yang berarti, justru hal tersebut dapat mendatangkan manfaat dan keuntungan yang lain.

Kotoran ikan yang seringkali menimbulkan masalah karena bau yang tidak sedap dan membuat kolom menjadi kotor ternyata bisa memberikan manfaat. Sisa pakan yang ditebar di kolam yang tidak termakan oleh ikan dan mengendap di kolam pun bisa bermanfaat pula. Kedua limbah yang berasal dari hasil budidaya di kolam ikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk akuaponik.

Akuaponik adalah kombinasi antara akuakultur dengan hidroponik yang menghasilkan simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Akuakultur merupakan budidaya ikan, sedangkan hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa tanah yang berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilles.
Akuaponik memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan ikan ke tanaman ke kolam ikan.

Inti dasar dari sistem teknologi ini adalah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan sistem re-sirkulasi. Sistem teknologi akuaponik ini muncul sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit. Akuaponik merupakan salah satu teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan dengan berbagai tanaman sayuran.

Terbatasnya lahan produksi pangan (pertanian-perikanan) telah mendorong budidaya pertanian-perikanan di lahan sempit atau wadah yang terbatas. Agar terjadi sinergitas yang saling mendukung, usaha budidaya perikanan di lahan terbatas akan lebih baik apabila digabungkan dengan pertanian, hal ini tentunya dapat meningkatkan efiesiensi pada tahap produksi sehingga bisa dikatakan budidaya low input.

Sistem akuaponik dalam prosesnya menggunakan air dari tangki atau kolam ikan, kemudian disirkulasikan kembali melalui suatu pipa yang mana tanaman akan ditumbuhkan. Jika dibiarkan di dalam tangki, air justru akan menjadi racun bagi ikan-ikan di dalamnya. Bakteri nitrifikasi merubah limbah ikan sebagai nutrien yang dapat dimanfaatkan tanaman.

Kemudian tanaman ini akan berfungsi sebagai filter vegetasi, yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan. Jadi, inilah siklus yang saling menguntungkan. Secara umum, akuaponik menggunakan sistem resirkulasi. Artinya memanfaatkan kembali air yang telah digunakan dalam budidaya ikan dengan filter biologi dan fisika berupa tanaman dan medianya. Resirkulasi yang digunakan berisi kompartemen pemeliharaan dan kompartemen pengolahan air.

Melalui sistem akuaponik, tanaman tidak perlu disiran setiap hari secara manual, sebab air dikolam dipompa ke atas hingga mampu menyirami tanaman dan bisa ditambahkan timer agar kita bisa menentukan waktu penyiraman sesuai yang diinginkan. Kita hanya perlu memberi makan pada kolam ikan yang pada akhirnya bisa mendapat sayuran dan ikan segar. Keuntungan akuaponik untuk kolam dan ikan itu sendiri adalah kebersihan air kolam tetap terjaga, air tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi ikan karena sudah melalui proses filtrasi.

Media tanaman yang paling efektif digunakan untuk akuaponik adalah zeolit. Zeolit berfungsi sebagai filter dan juga media tanam untuk tanaman. Sedangkan untuk budidaya ikan yang paling bagus untuk menunjang akuaponik adalah budidaya ikan lele, sebab lele menghasilkan kotoran ikan yang lebih banyak dibandingkan jenis ikan lainnya.
Lele juga termasuk ikan yang konsumsi pakannya tinggi. Dengan adanya konsumsi pakan yang tinggi, otomatis akan menghasilkan kotoran yang banyak pula akibat sisa pakan yang tidak termakan. Banyaknya kotoran yang dikeluarkan oleh ikan lele dan sisa pakan yang mengendap di kolam menjadikan pertumbuhan tanaman menjadi sangat cepat.

Hampir semua jenis budidaya ikan seperti lele, gurami, nila, koi, emas, bawal, mujair, udang galah dan jenis ikan lainnya dapat dimanfaatkan untuk akuaponik. Sedangkan jenis tanaman yang biasa dibudiyakan umumnya adalah tanaman sayuran yang bisa dipanen daunnya dan memiliki nilai ekonomis seperti selada, sawi, caisim, kangkung, dan sebagainya. Bahkan tanaman seperti cabai, terong, dan, tomat juga bisa pula dibudidayakan dengan sistem akuaponik.

Keuntungan untuk hasil panen dari sayuran yang dikembangkan melalui akuaponik adalah tanaman lebih hijau, segar, awet, dan tidak mudah menguning. Selain itu, sayuran menjadi lebih sehat karena bersifat organik. Sebab, selama masa tanam sayuran tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida, karena hanya menggunakan limbah dari kolam sebagai pupuk alaminya.

Akuaponik bisa diterapkan dalam skala besar maupun dalam skala kecil untuk rumahan. Untuk kita yang sudah punya kolam ikan di rumah bisa dimanfaatkan untuk akuaponik, namun untuk yang tidak punya kolam bisa juga menggunakan akuarium. Selain hasil tanamannya bisa dikonsumsi, penerapan akuaponik di akuarium juga bisa menambah estetika di dalam ruangan rumah dan akan membuat rumah menjadi lebih hijau.

Sumber: http://news.liputan6.com

Luasnya Peluang Bisnis Segmentasi Benih Ikan

Mungkin masih banyak orang yang belum mengerti apa itu segmentasi benih ikan, terutama bagi yang baru terjun atau mau terjun di dunia perikanan. Pembenihan ikan mempunyai segmen yang sangat luas, karena permintaan pasar bisa dalam berbagai bentuk dan ukuran (telur, larva, benih, remaja, dll). Ketika sedang musim sulit benih ikan, telur dan larva yang biasanya tidak ada yang meliriknya pun bisa menjadi buruan. Misalnya pada pembenihan gurami, telurnya sudah banyak dipesan oleh banyak orang. Pada pembenihan lele, nila, bawal, mas, patin, graskap, dll banyak juga yang memesan larvanya. Bahkan ada yang berani menaruh uang muka agar telur atau larva tersebut tidak diberikan ke konsumen lain.

???????????????????

Benih pun tidak kalah laku, larva yang sudah berbentuk ikan ini banyak dicari oleh konsumen. Pertimbangannya adalah tahap telur dan larva masih rentan kematian jika pengetahuan tentang pembenihan belum banyak. Benih banyak dijual dalam bentuk centimeter atau inci. Selain itu, ada pula benih yang dijual dalam bentuk takaran.

???????????????????????????????

28082009092

Peluang Bisnis

Penjualan produk pembenihan sangat tergantung dari permintaan konsumen. Lalu, untuk memproduksinya harus ditempuh dalam berbagai tahapan atau segmen. Segmen itulah yang nantinya bisa menjadi pilihan usaha. Pemilihan setiap segmen tergantung dari minat, luas lahan yang tersedia, besarnya modal yang dimiliki, serta kondisi pasar di daerah sekitarnya.

Luasnya segmen bisnis benih juga disebabkan oleh banyaknya pelaku pendederan. Hal itu karena masih banyaknya pemula yang ingin terjun di bisnis pembenihan, tetapi belum cukup pengetahuan. Setelah mengetahui bahwa pembenihan terdiri atas beberapa tahap, munculah istilah penghasil telur, penghasil larva, dan penghasil benih.

Masalah waktu juga menjadi alasan lainnya. Sangat nyata bahwa segmen pembenihan juga memerlukan waktu dalam menghasilkan benih berukuran ideal. Dengan adanya segmentasi dalam pembenihan, lama pemeliharaan menjadi lebih singkat, tingkat risiko lebih minimal, dan perputaran modal pun lebih cepat.

Contoh:

Ketika petani pembesaran ikan lele di daerah anda membutuhkan benih dengan ukuran 4-6, tebarlah benih lele dengan ukuran 2-3. Dalam waktu 2 minggu, benih lele tersebut sudah masuk ukuran 4-6 dan anda sudah dapat menjualnya. Harga jual benih ukuran 4-5 bisa mencapai 4 kali lipat dari ukuran 2-3, jika dikurangi modal (pembelian benih ukuran 2-3, pakan, air, dll) maka akan didapatkan keuntungan yang cukup besar dalam waktu yang singkat, karena kebutuhan pakan dalam bisnis segmentasi ini sangat kecil.