Jual Benih Ikan Air Tawar Kualitas Terbaik di Jambi

Jambi (Jawi : جامبي) adalah sebuah Provinsi Indonesia yang terletak di pesisir timur di bagian tengah Pulau Sumatera. Jambi adalah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang ibukotanya bernama sama dengan nama provinsinya, selain Bengkulu dan Gorontalo. Dahulu Jambi merupakan bagian dari kerajaan melayu yang berpusat sepanjang sungai batang hari dengan pusat kerajaan di Dharmasraya Sumbar, sejarah mencatat peristiwa ekspedisi pamalayu dari kerajaan Singosari dan penyerahan arca amongshapasa yang didirikan di pusat kerajaan Melayu Dharmasraya sekrang tersimpan di museum Nasional Jakarta, awalnya kata melayu bukan merujuk etnis tetapi adalah nama kerjaan yakni Melayu (perbukitan) yang didirikan etnis Minang, seiring waktu kata melayu berubah makna merujuk kepada etnis atau suku yakni orang atau keturunan yang berasal dari wilayah kerajaan melayu untuk merujuk tempat berasalnya Melayu yaitu dari Kerajaan Malayu di Batang Hari Dharmasraya. Bahasa Melayu Jambi sangat mirip dengan bahasa warga lokal Dharmasraya, termasuk sama seperti Melayu Palembang dan Melayu Bengkulu, yaitu bahasa Indonesia berdialek “o” pada akhiran kata.

Potensi sumberdaya kelautan dan perikanan Provinsi Jambi terkandung dalam wilayah perairan laut seluas 44.496 km2 dengan panjang garis pantai ± 210 km dan wilayah daratan seluas 53.435,72 km2 yang meliputi zona pesisir dan dataran rendah serta zona dataran tinggi. Perairan laut mengandung potensi sumberdaya perikanan tangkap sebesar 114.036 ton/tahun dengan potensi lestari sebesar 71.820 ton/tahun yang berupa antara lain jenis ikan ekonomis penting serta jenis udang-udangan. Tingkat pemanfaatan potensi perikanan tangkap di laut pada tahun 2015 mencapai 49.192,4 ton atau sebesar 68,49 % dari potensi lestari.

Potensi lahan peraian umum (sungai, danau, rawa) di Provinsi Jambi kurang lebih 115.000 Ha dengan potensi lestari perikanan tangkap di perairan umum sekitar 35.500 ton/tahun. Pada tahun 2015 pemanfaatannya mencapai 7.798,9 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan sekitar 21,96 %. Sedangkan potensi lahan usaha budidaya keramba jaring apung sebanyak 115.000 unit dan pada tahun 2015 telah dimanfaatkan sebanyak 17.550 unit, dengan tingkat pemanfaatan mencapai 15,26 % dari potensi tersebut

Potensi lahan darat berupa lahan pantai meliputi potensi lahan budidaya air payau seluas 18.000 Ha

Potensi lahan darat berupa lahan pantai meliputi potensi lahan budidaya air payau seluas 18.000 Ha. Pada tahun 2015 telah dimanfaatkan sebesar 1.487,0 Ha dengan demikian tingkat pemanfaatannya baru mencapai 8,26 %. Sedangkan lahan darat untuk budidaya kolam potensinya seluas 100.700 Unit, dengan pemanfataannya 42.500 unit, yakni tingkat pemanfaatannya 42,20 %, dengan demikian potensi yang masih dapat dikembangkan sebesar 57,80%

Jambi mempunyai potensi yang sangat bagus untuk budidaya ikan lele, Patin, nila, gurami dan ikan air tawar lainnya karena adanya lahan dan sumber air dari sungai-sungai yang sangat melimpah yang dapat dijadikan sebagai media budidaya ikan, serta minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan air tawar yang sangat tinggi di daerah Jambi dsk.

CV. Dejeefish adalah Perusahaan Perikanan dan pemasok benih ikan lele, gurame, bawal, nila, mas, grasscarp, patin dll yang siap mengirimkan benih ke Jambi.

Jenis benih ikan dapat dipesan dan kami kirimkan ke Jambi diantaranya adalah benih ikan lele, benih ikan bawal, benih ikan nila, benih ikan patin, benih ikan gurame, benih ikan mas, udang vaname, udang galah, dsb. Selain benih ikan konsumsi, kami juga siap menerima pemesanan ikan hias seperti ikan koi, cupang, dan ikan gurame padang dengan berbagai jenis.

Bagi masyarakat Perikanan Jambi yang berminat dan membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pemesanan, harga benih, maupun konsultasi mengenai budidaya ikan, silahkan menghubungi kami melalui telpon di nomor

hub3

Kami dengan senang hati dapat bermitra dan bekerja sama dengan masyarakat Perikanan Jambi

Advertisements

Mengatasi air hijau pada kolam

Air  hijau dalam kolam koi adalah momok bagi pengemar Koi, air yang berwarna hijau tidak hanya membuat pemandangan di kolam tidak indah juga membuat Koi tidak bisa dinikmati keindahannya. Problem air kolam berwarna hijau atau Green water sangat biasa terjadi dan dialami para penggemar koi. Air kolam koi yang berwarna hijau disebabkan oleh ledakan populasi ganggang (algae) di dalam kolam atau biasa disebut Algae Booming . Ganggang merupakan fitoplankton yang berukuran sangat kecil dalam orde mikron yang hidup di dalam air kolam koi. Sebagaimana tumbuhan lainnya ganggang mengkonsumsi Ammonia untuk tumbuh dan berkembang, sehingga ganggang akan tumbuh dengan sangat subur jika terdapat Ammonia yang cukup di dalam air. Semakin tinggi kandungan  amonia  di kolam  koi akan membuat kolam menjadi cepat berwarna hijau.

Ammonia di dalam kolam koi dihasilkan dari kotoran ikan koi, sisa makanan, hewan mati dan tumbuh-tumbuhan mati yang membusuk di dalam kolam. Biasanya pertumbuhan ganggang akan berlangsung dengan pesat pada saat suhu di dalam kolam mulai meningkat terutama pada musim panas dan kemarau. Problem air  hijau di kolam koi tidak bisa diatasi dengan menggunakan filter mekanis karena ukuran ganggang yang sangat kecil yang tidak memungkinkan disaring.

Untuk mengatasi masalah air hijau pada kolam koi perlu dicari sebab utamanya. Ada beberapa kondisi ideal yang memungkinkan algae tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu solusi untuk mengatasinya adalah mengurangi atau menghilangkan kondidi-kondisi ideal ganggang tumbuh dan berkembang. Kondisi ideal untuk algae tumbuh pesat jumlahnya adalah:

  1. Suhu air di dalam Kolam yang hangat, Algae tumbuh dengan baik di suhu  air yang hangat. Pada musim kemarau atau musim panas suhu air di dalam kolam cenderung meningkat sehingga memungkinkan ganggang tumbuh dengan baik.
    2. Sinar Matahari yang penuh di dalam kolam, Sebagaimana halnya tumbuhan lain di , algae memerlukan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis. Pada kolam outdoor sinar matahari akan secara penuh masuk ke dalam kolam sehingga Algae dapat tumbuh dengan baik.
    3. Sisa  Makanan Koi yang berlebih, sisa makanan ikan yang berlebih akan  membusuk dan menghasilkan ammonia. Amonia merupakan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan ganggang.
    4. Kotoran Koi menghasilkan Amonia. Kotorabn Koi yang mengandung ammonia akan membuat algae tumbuh dengan subur.

Jika sebagian atau keseluruhan  syarat tersebut  terpenuhi, ganggang di kolam koi akan  tumbuh dengan baik dan air akan menjadi  berwarna hijau (booming algae). Karena itu  Kunci untuk membersihkan air hijau adalah dengan menghilangkan  atau meminimalkan kondisi ideal untuk pertumbuhan mereka.

Untuk mengendalikan pertumbuhan  Algae di kolam ikan koi dapat dilakukann dengan beberapa cara. Bisa dipilih cara yang tepat atau kombinasi  beberapa cara yang paling mungkin dan efisien.

1. Menaungi Kolam Koi

Kehangatan air dan ketersediaan cahaya untuk fotosintesis dipengaruhi  oleh sinar matahari yang masuk ke dalam kolam koi. Menaungi  kolam akan mengurangi cahaya matahari di kolam. Jika cahaya yang masuk berkurang maka pertumbuhan ganggang akan terhambat Menaungi kolam dapat dilakukan dengan memasang atap atau dengan menanam pohon di sekitar kolam. Menanam pohon di sekitar kolam bisa membuat  kolam kotor oleh daun-daunan yang terjatuh.

2. Buang Semua Kotoran Yang menghasilkan Ammonia

Menghilangkan kotoran baik yang bersifat fisik maupun kimia. Pembuangan ini dilakukan dengan memasang sistem filter kolam koi yang baik dan tepat. Sistem Filter fisik menghilangkan sebagian besar bahan organik yang membusuk di kolam. Filter kolam koi harus memiliki kapasitas  tidak kurang dari 10% dari volume kolam koi, idealnya adalah 30% Volume kolam. Air yang sudah masuk ke dalam filter dikembalikan lagi ke dalam kolam dalam bentuk yang sudah bersih menggunakan pompa. Pompa ini  harus mampu mengalirkan seluruh volume air kolam  dalam satu jam/satu siklus putaran dalam satu jam. Misalnya volume kolam adalah 6000 liter, maka kemampuan pompa haruslah 6000 liter/jam dan volume filter 1800 liter.

Filter kolam koi biasanya memiliki beberapa chamber, filter mekanis, filter biologis dan kimia.Material yang tidak mampu di sharing dengan  filter mekanis difilter dengan filter biologi dan kimia. Pada ruang filter biologis bakteri tertentu mengubah amonia menjadi nitrit ini, yang selanjutnya dikonversi oleh bakteri lain ke nitrat. Nitrat kurang berbahaya daripada kedua, tetapi mereka kuat pupuk untuk semua tanaman di dalam kolam, termasuk ganggang.

3. Menambahkan tanaman pada ruang filter

Tanaman akan mengkonsumsi amonia untuk kelangsungan hidupnya. Dengan memberikan tanaman air pada ruang filter akan mengurangi makanan untuk algae sehingga tidak dapat tumbuh dengan  baik.

4. Memberikan Zat Water Cleaner

Water Cleaner menggunakan metode kimia untuk mengendalikan algae, Water cleaner akan membunuh algae  atau menghambat semua jenis ganggang  yang ada dalam air. Karena water cleaner merupakan zat racun , maka perlu berhati-hati dalam menggunakannya. Dalam dosis yang berlebihan akan dapat meracuni ikan koi.

5. Menambahkan Carbon Aktif  dan Batu Zeolit

Karbon aktif dapat menyerap zat-zat kimia berbahaya di dalam kolam koi demikian pula dengan Batu zeolite.

6. Menambahkan Lampu Ultra Violet

Sistem lampu ultraviolet yang dirancang untuk membunuh alga dan membuat mereka menggumpal, selanjutnya algae yang sudah mati dapat disaring dengan filter mekanis. Lampu UV secara efektif dapat  menghilangkan air hijau di kolam koi dalam waktu singkat.

7. Mengganti air sebagian secara periodik.

Mengganti air secara periodik  10-30%  dari volume air kolam akan membantu mengurangi kandungan amonia dalam air , jika diperlukan dapat dilakukan  setiap hari. Jika tidak, Anda bisa  dilakukan penggantian air kolam sebagian setiap minggu. Jangan mengganti air kolam keseluruhan , karena kondisi air yang sudah mature akan kembali dari nol. Ikan perlu beradaptasi lagi dan sistem filter biologis tidak bekerja secara sempurna.

Cara-cara tersebut merupakan beberapa alternatif yang bisa dipilih agar  dapat mengurangi dan menghilangkan air hijau di kolam. Pada dasarnya air hijau di dalam kolam koi dapat diatasi dengan sistem filter kolam yang baik dan mumpuni. Karena itu jika kolam koi berwarna hijau periksa sistem filternya, dari mulai rancangannya, volumenya, kapasitas pompa dan lain-lain.

Petani sulap lahan pertanian jadi tambak ikan

ilustrasi Petani membangun lahan tambak baru di bekas kawasan hutan manggrove, Desa Gano, Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (3/2).(ANTARA FOTO/Ampelsa)

Samarinda (ANTARA News) – Petani di Desa Sebakung, Kabupaten Penajam Paseru Utara, Kalimantan Timur, menyulap lahan pertanian menjadi tambak ikan air tawar guna meningkatkan penghasilan.

“Sejak pertengahan tahun lalu sawah seluas 13 hektare saya manfaatkan menjadi tambak ikan tawar. Dua jenis ikan yang saya pelihara yakni ikan nila dan ikan mas,” kata Munirun, salah seorang petani di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, di Penajam, Kamis.

Ia mengatakan sudah memanen ikan nila 600 kg dan hasilnya Rp15 juta. Tidak sulit untuk menjual ikan nila ini karena permintaannya cukup banyak.

Menurut dia, risiko memelihara ikan air tawar relatif kecil. Yang menjadi gangguan utama hanya burung dan biawak, namun hal tersebut bisa diatasi bila rajin mengusir burung yang biasanya memangsa ikan pada siang hari.

Pada awalnya, kata dia, tambak miliknya ini adalah sawah dan sering ditanami padi, tetapi hasilnya kurang memuaskan dan dinilai masih kurang untuk memenuhi kebutuhannya.

Dia mengaku, awalnya ia membeli bibit ikan nila dan emas di Jawa Timur sebanyak 400.000 ekor. Harga bibit ikan relatif murah bila dibandingkan membeli di Penajam Paser Utara. Sekarang ikan nila terus bertelur sehingga jumlahnya terus bertambah.

“Untuk panen awal, hanya ikan nila karena ukuran ikan nila cukup besar, hanya 4 ekor untuk 1 kg. Sementara untuk ikan emas belum besar dan kemungkinan dua bulan lagi baru bisa panen,” ujarnya.

Untuk pakan ikan air tawar, menurut Munirun, tidak kesulitan karena hanya memberikan pupuk agar bisa menyuburkan lumut yang menjadi makanan utama ikan nila dan ikan emas. Sedangkan untuk pemasaran, menurut dia, tidak ada masalah karena banyak pedagang ikan yang datang membeli.

“Bahkan sampai meminta saya menyiapkan 2 ton/hari. Jelas saya tidak mampu memenuhi permintaan mereka karena mau ambil ikan dari mana dalam jumlah banyak,” katanya.

Munirun mengatakan, setelah seluruh ikan sudah dipanen, akan kembali menanam padi. Tambak miliknya itu airnya akan dikurangi dan selanjutnya akan ditanami padi.

Namun, katanya, tanaman padi ini hanya dilakukan setahun sekali dan hanya pada musim hujan saja. Untuk meningkatkan penghasilan, petani harus lakukan seperti itu.

Potensi Ikan Air Tawar dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Makanan hasil olahan ikan digemari hampir setiap orang, entah dalam bentuk ikan segar atau pun bentuk olahan lain seperti baso ikan, siomay ikan, nugget ikan, dan lain sebagainya. Namun tidak semua ikan yang diolah didapat dari hasil laut namun banyak industri yang kini mulai mengembangkan ikan air tawar.
Usaha budidaya ikan air tawar semakin hari semakin menggiurkan. Menurut laporan Badan Pangan PBB, pada tahun 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun. Meski saat ini konsumsi ikan lebih banyak dipasok oleh ikan laut, namun pada tahun 2018 produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap. Mengapa demikian, karena produksi perikanan tangkap akan mengalami penurunan akibat overfishing. Ikan di laut semakin sulit didapatkan. Bahkan bila tidak ada perubahan model produksi, para peneliti meramalkan pada tahun 2048 tak ada lagi ikan untuk ditangkap. Oleh karena itu, guna memenuhi kebutuhan ikan masyarakat dunia, diperlukan peningkatan produksi budidaya ikan air tawar sebagai subtitusi ikan laut. Sehingga kita bisa memberikan ruang kepada biota laut untuk berkembang biak. Terlebih lagi, Indonesia merupakan tempat yang tepat untuk membudidayakan ikan tawar karena memiliki cukup lahan untuk membuat tambak ikan. Selain itu, konsumsi ikan penduduk Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2015, tingkat konsumsi ikan di Indonesia mencapai 41,11 kg/kapita. Permintaan ikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri yang terus meningkat, bisa dibilang sebagai “lumbung emas” untuk Indonesia. ditambah lagi, dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), komoditas ikan air tawar Indonesia berpotensi untuk menjadi primadona. Di tahun 2016, KKP melalui Direktur Jendral Perikanan Budidaya RI, Slamet Soebjakto mengatakan, budidaya ikan air menjadi salah satu produk unggulan pihaknya untuk meningkatkan swasembada pangan yang merupakan program pemerintah pusat karena salah satu komoditas ketahanan pangan. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan tahun 2016 hasil budidaya ikan sebanyak 19,5 juta ton per tahun atau meningkat dua juta ton dari pencapaian tahun sebelumnya. Slamet juga mengatakan melalui program budidaya ikan ini lebih menguntungkan dari pada menangkap di alam. Pasalnya, dengan melakukan penangkapan tersebut selain membutuhkan biaya yang besar juga harus mengandalka ketersediaan yang ada baik di laut maupun di sungai. Selain itu, dengan cara menangkap ikan ini ada beberapa waktu terjadi paceklik ikan. Maka dari itu, dengan cara budidaya ini keuntungan yang didapat oleh masyarakat akan lebih besar dan cepat, karena mulai dari ikan ukuran benih, konsumsi hingga bibit bisa dijual. Selain itu, pasar di sektor perikanan ini masih terbuka lebar sehingga peluang usaha tersebut bisa manfaatkan oleh siapa pun yang ingin terjun ke dunia perikanan budidaya. Salah satu komiditi ikan yang diprediksi akan menjadi primadona dalam MEA adalah Ikan Gurame, di Indonesia sendiri seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, dan Sulawesi menjadi daerah yang banyak mengonsumsi Ikan Gurame. Bahkan masyarakat di kawasan Asia Tenggara seperti di Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Phililpina gemar menyantap Ikan Gurame ini. Ikan Mas yang dipercayai berasal dari dataran Tiongkok juga mengundang selera makan. Tidak hanya itu, para pembudidaya Ikan Mas ini tidak perlu menunggu waktu lama untuk meraup keuntungan karena bibit Ikan Mas hanya memerlukan waktu 4-5 bulan untuk siap dipanen. Lalu ada Ikan Lele yang sangat digemari masyarakat Indonesia, bahkan hampir di tiap ruas jalan ada yang berjualan Pecel Lele karena selain harganya murah Ikan Lele juga enak untuk dikonsumsi. Masih banyak lagi ikan air tawar yang akan laku di MEA 2016 seperti Ikan Patin, Ikan Nila, dan Ikan Sidat. Selain berpotensi, ikan air tawar juga mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti asam lemak omega 3 yang bermanfaat dalam menjaga arteri dari penyumbatan dan menurunkan tekanan darah, serta mengurangi resiko serangan jantung dan stroke. Omega-3 juga dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Ikan air tawar juga mengandung lemak jenuh rendah yang berbeda dengan daging ayam, kambing, sapi yang mengandung lemah jenuh tinggi, daging ikan justru menghasilkan lemak tak jenuh ganda yang aman bila dikonsumsi sebanyak apapun. Vitamin D yang terkandung dalam ikan air tawar memenuhi kebutuhan tubuh per harinya dan ikan jenis ini mengandung protein yang lengkap dengan semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mempertahankan metabolisme tubuh yang sehat. Melalui metabolism yang baik, tubuh Anda akan menggunakan protein sebagai bahan bakar untuk menurunkan berat badan. Selain itu ikan air tawar juga mengandung banyak mineral, diantaranya magnesium, phospor, yodium, fluor, zat besi, copper, zinc, dan selenium. Mineral yang terkandung dalam ikan kurang lebih sama banyaknya dengan mineral yang ada dalam susu, seperti kalsium, phosphor dan lainnya.

Udang Galah SIRATU

Sukabumi, (Antara Megapolitan) – Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar atau BBPBAT Sukabumi, Jawa Barat terus mengembangkan budidaya udang galah Si Ratu yang memiliki kualitas terbaik untuk saat ini.

“Kami berikan nama Si Ratu karena saat penelitian sejak 2007 lalu, indukannya berasal dari Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sehingga Si Ratu merupakan singkatan dari Seleksi Individu Palabuhanratu,” kata Perekayasa Udang Galah BBPBAT Sukabumi, Dasu Rohmana kepada Antara di Sukabumi, Senin.

Menurutnya, udang galah ini memiliki keunggulan dalam hal ukuran dan cepat besar jika dibandingkan udang galah dari daerah lain maupun hasil tangkapan di alam. Bahkan, Kalimantan yang merupakan salah satu daerah penghasil udang galah saat ini sudah meminta disuplay dari Sukabumi.

Selain itu, udang galah Si Ratu ini bisa dibudidayakan atau dibesarkan di mana saja seperti dengan tanaman padi atau di sebut Ugamedi dan lain-lain. Bahkan, udang hasil penelitan pihaknya cepat berkembangbiak dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang barunya asalkan air tidak tercemar limbah.

“Kami terus membudidayakan udang ini, karena permintaan sangat tinggi. Sebab jika mengandalkan alam sudah tidak mungkin lagi yang diakibatkan dari kerusakan alam seperti pencemaran,” tambahnya.

Di sisi lain, pihaknya juga menyediakan mulai dari benih, indukan hingga ukuran konsumsi. Bahkan, budidaya udang galah ini memiliki peluang usaha yang tinggi karena sampai sekarang permintaan baik dari dalam maupun luar negeri belum terpenuhi, sehingga pihaknya juga mengajak masyarakat untuk ikut membudidayakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi ini.

“Udang galah dihargai Rp75 ribu/kg untuk size 30, hampir seluruh Indonesia meminta pasokan dari Sukabumi, bahkan beberapa negara seperti Malaysia, Jepang

dan Singapura pun meminta pasokan yang lebih besar. Diharapkan dengan adanya peluang ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbudidaya udang galah yang memiliki bahasa latin Macrobrachium rosenbergii,” kata Dasu.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2015