Benih Ikan Baung Ready Stock

cropped-head-dj2-2017-4.png

???????????????????????????????

Indukan baung

Advertisements

Dokumentasi Packing dan Distribusi Ikan

Jadwal pengiriman ikan melalui udara/Pesawat Terbang ke seluruh wilayah Indonesia rutin kami lakukan setiap hari Sabtu dan Rabu. Silahkan di pesan….

This slideshow requires JavaScript.

 

Selamat Datang Ikan Mas MANTAP, Pembudidaya Telah Menantimu…

mas

Ikan mas atau Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920-an. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Namun ikan mas punten dan ikan mas majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. Selain memiliki tekstur yang lembut dan mengandung nilai gizi tinggi, Ikan mas juga memiliki nilai potensi ekonomi yang tinggi karena termasuk jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan permintaan yang terus meningkat dari pasar.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi memperkenalkan komoditas unggul baru bernama Ikan Mas Mantap (Majalaya Tahan Penyakit). Seperti yang telah kita ketahui, sesuai dengan namanya ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1. Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap. Selain itu, Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, diantaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.

Pelepasan komoditas unggul ini telah ditetapkan pada tanggal 16 April 2015 yang lalu melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 24/Kepmen-KP/2015 Tentang Pelepasan Ikan Mas Mantap. Ini merupakan langkah untuk memperkaya jenis dan varietas Ikan Mas yang beredar di masyarakat yang merupakan hasil seleksi berdasarkan marka molekuler yang dilakukan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.

Keunggulan tambahan dari Ikan Mas hasil pemuliaan ini adalah memiliki ketahanan penyakit virus KHV sebesar 100% dan bakteri Aeromonas Hydrophylla sebesar 74,44%, serta pertumbuhan yang lebih cepat yakni pertumbuhan mutlak di pembesaran 1,0 – 2,2 gram/ hari. Namun, selain itu ternyata jumlah telur yang dihasilkan oleh ikan mas mantap ini juga lebih tinggi dari sebelumnya yakni 85.000 – 125.000 butir.

Dengan dilepasnya komoditas unggul baru ini ke masyarakat, diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi Ikan Mas nasional, menunjang peningkatan produksi perikanan budidaya serta pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya ikan di Indonesia. Info lebih lanjut tentang ikan Mas Mantap, dapat dilihat di http://www.djpb.kkp.go.id/index.php/arsip/c/244

Oleh: Ni Putu DK

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_mas#Ikan_Mas_Majalaya

http://www.djpb.go.id

PELEPASAN IKAN MAS MANTAP SEBAGAI PENDUKUNG PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA YANG BERKELANJUTAN

Ikan Mas merupakan komoditas Perikanan Budidaya Air Tawar yang cukup digemari di Indonesia. Selain memiliki tekstur yang lembut dan mengandung nilai gizi tinggi, Ikan Mas juga memiliki nilai potensi ekonomi yang tinggi karena termasuk jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan permintaan yang terus meningkat dari pasar.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi memperkenalkan komoditas unggul baru bernama Ikan Mas Mantap (Majalaya Tahan Penyakit) sebagai langkah untuk memperkaya jenis dan varietas Ikan Mas yang beredar di masyarakat. Beberapa keunggulan dari Ikan Mas hasil pemuliaan ini antara lain adalah daya tahan yang tinggi terhadap serangan virus KHV dan bakteri Aeromonas Hydrophyla, serta pertumbuhan yang lebih cepat.

Pelepasan komoditas unggul ini telah ditetapkan pada tanggal 16 April 2015 yang lalu melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 24/Kepmen-KP/2015 Tentang Pelepasan Ikan Mas Mantap.

Dengan dilepasnya komoditas unggul baru ini ke masyarakat, diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi Ikan Mas yang sebelumnya telah mengalami peningkatan yang signifikan dari 282.695 ton tahun 2010 meningkat menjadi 484.110 ton tahun 2014 (data sementara).

Unduh Lampiran :  ikan-mas-mantap-24-kepmen-kp-2015.pdf

Sumber : http://www.djpb.kkp.go.id

IKAN MAS MANTAP SUKABUMI

Perbedaan Nila GESIT dan Nila GIFT

Ikan Nila GIFT adalah varitas nila hasil persilangan atau hibrid antara beberapa varitas nila dari beberapa negara di dunia.Persilangan itu melahirkan nila unggul yang diberi nama GIFT (Genetic Improvement of Farmed Tilapias).
Ikan nila GIFT  memiliki keunggulan pertumbuhan dan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan nila lain. Pertumbuhan ikan nila jantan dan betina dalam satu populasi akan selalu jauh berbeda, nila jantan 40% lebih cepat dari pada nila betina. Nila gift dapat dipijahkan secara massal di perkolaman secara terkontrol, seperti dalam bak-bak beton. Pemijahan secara massal nila gift ternyata lebih efisien, karena biaya yang dibutuhkan relatif lebih kecil dalam memproduksi larva nila gift untuk jumlah yang hampir sama. Lahan atau kolam untuk pembenihan nila gift dibagi dalam dua kelompok yaitu kolam pemijahan nila gift dan kolam pendederan nila gift . Kolam-kolam nila gift sebaiknya dibuat dengan pematang yang kuat, tidak porous ( rembes ), ketinggian pematang aman ( minimal 30 cm dari permukaan air ), sumber pemasukan air yang terjamin kelancarannya, dan luas kolam masing – masing 200 m2. Di samping itu perlu di perhatikan juga keamanan dari hama pemangsa ikan, seperti burung hantu, kucing dan lain-lain. Induk ikan nila gift mempunyai bobot rata-rata 300 g/ekor. perbandingan nila gift betina dan jantan untuk pemijahan adalah 3:1 dengan padat tebar 3 ekor /m2.
Pemberian pakan nila gift berbentuk pellet sebanyak 2% dari bobot biomassa per hari dan diberikan tiga kali dalam sehari. Induk ikan ini sebaiknya didatangkan dari instansi resmi yang melakukan seleksi dan pemuliaan calon induk nila gift , sehingga kualitas kemurnian dan keunggulannya terjamin. Induk nila gift betina dapat matang telur setiap 45 hari. Setiap induk nila gift betina menghasilkan larva pada tahap awal sebanyak 250-300 ekor larva nila gift . Jumlah ini akan meningkat sampai mencapai 900 ekor larva sesuai dengan pertambahan bobot induk betina nila gift ( 900g/ekor ). Larva -larva nila gift tersebut dikumpulkan denga cara diserok memakai serokan yang terbuat dari kain halus dan selanjutnya ditampung dalam happa ukuran 2 x 0,9 x 0,9 m3. Pengumpulan larva nila giftdilakukan beberapa kali dari pagi sampai sore, dan diusahakan larva yang terkumpul satu hari ditampung minimal dalam satu happa. Setelah selesai masa pemijahan dalam satu siklus ( 45 hari ), induk-induk betinanila gift diistirahatkan dan dipisahkan dari induk jantan selama 3-4 minggu dan diberi pakan dengan kandungan protein diatas 35 %,

Ikan nila GESIT dihasilkan melalui serangkaian riset panjang yang diinisiasi oleh Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT yang kemudian bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institus Pertanian Bogor (IPB) dan Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi di bawah Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).

Melalui kegiatan penelitian yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus, akhirnya dapat dihasilkan ikan nila jantan super-YY yang telah dilepas oleh Departemen Kelautan dan Perikanan pada tanggal 15 Desember 2006 di Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, dengan nama nila gesit.

Teknologi produksi ikan nila gesit merupakan inovasi teknologi perbaikan genetik untuk menghasilkan keturunan ikan nila yang berkelamin jantan melalui program pengembangbiakan yang menggabungkan teknik feminisasi dan uji progeni untuk nila jantan yang memiliki kromosom YY (YY genotypes). Ikan nila jantan dengan kromosom YY atau ikan nila gesit apabila dikawinkan dengan betina normalnya (XX), akan menghasilkan keturunan yang seluruhnya berkelamin jantan XY (genetically male tilapia).

Ikan nila gesit dengan kromosom YY memiliki keunggulan, yakni 98-100 persen turunannya berkelamin jantan, sedangkan keunggulan secara ekonomis yaitu nila gesit memiliki pertumbuhan yang cepat, yakni lima hingga enam bulan untuk mencapai berat 600 gram. Ikan nila berkelamin jantan tumbuh lebih cepat dibanding betinanya. Dengan demikian, produksi ikan nila dapat diarahkan pada produksi ikan nila berkelamin jantan (monosex male) yang dapat tumbuh lebih cepat untuk meningkatkan efisiensi usaha guna memenuhi permintaan pasar lokal dan ekspor. Ukuran rata-rata ikan nila untuk keperluan ekspor ke Jepang adalah dengan berat 600 gram. Alasan inilah, kemudian BPPT bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan penelitian untuk membuat gen yang bisa membudidayakan nila hanya jantan. Tujuannya agar waktu budidaya lebih efisien dan bisa memenuhi permintaan ekspor. Ikan nila biasa 4-6 bulan 360-400 gram, sedangkan nila gesit 4 bulan beratnya mencapai 600 gram atau 1,6 kali lebih cepat pertumbuhannya dibanding nila biasa dan waktunya lebih cepat. Nila gesit telah diproduksi di Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar Sukabumi dan selanjutnya dapat dikembangkan oleh pihak pemerintah dan swasta. Pengujian multilokasi dan multilingkungan juga dilakukan untuk mengetahui performanya pada lokasi dan lingkungan yang berbeda, sebelum diproduksi secara massal untuk kemudian dikembangkan secara luas oleh masyarakat pembudidaya. Ikan nila genetically supermale indonesian tilapia (gesit) sedang dikembangkan penelitiannya untuk menjadi nila genetically enrichman Indonesia tilapian (genit).

Perbedaan dari nila gesit dengan genit adalah dalam hal ukuran pertumbuhannya. Jika nila gesit pertumbuhannya 1,6 kali ikan nila biasa, maka ikan nila genit pertumbuhannya bisa tiga kali lipat dari ikan biasa atau dua kali dari ikan nila gesit. Selain itu, nila genit juga bisa hidup pada dua jenis air, yakni air tawar dan asin, sehingga dapat dibudidayakan di tambak-tambak dekat laut. Sedangkan nila gesit hanya bisa dibudidayakan di kolam atau tambak air tawar. Memang untuk menjadi genit, nila gesit harus melalui beberapa tahap penelitian. Saat ini sedang dikembangkan penelitian mengenai nila gesit menuju tahap nila salim agar bisa hidup di air asin. Kelebihan nila salim bisa hidup di kolam air asin. Pengembangan nila salim menuju nila genit yang ditargetkan selesai pada 2010-2011 mendatang.Pasarnya jangan diragukan, Ikan nila selain pasar lokal, dapat di ekspor ke jepang, hongkong, AS, eropa. Kalau bicara daya beli, bandingkan dengan ikan kerapu yang harganya bisa mencapai Rp. 350.000/kg, udang 50.000/kg, ikan tuna misalnya dapat mencapai Rp. 100.000/kg, ikan nila perkilo insya allah tidak mahal. Dalam bentuk olahan misalnya,berupa filletsegar, filletbeku, ataupun surimi memiliki potensi yang cukup besar di pasar internasional, terutama Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Sumber : http://and2-anggara.blogspot.co.id