Beberapa Tips Budidaya Ikan Lele

  • Tips memilih benih ikan lele yang baik

Tips Pemilihan Benih Ikan Lele yang Berkualitas – Kualitas dari benih ikan lele yang kemudian akan dibudidayakan memang menentukan tingkat dalam kesuksesan atau keberhasilan dari budidaya ikan lele. Pasalnya jika salah dalam memilih benih, maka usaha budidaya ikan lele dapat mengalami kegagalan.

Lalu bagaimana cara untuk memilih jenis dari benih ikan lele yang benar-benar baik? Terdapat beberapa kriteria penting yang paling tidak harus sangat anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli benih-benih ikan lele tertentu. Berikut merupakan beberapa cara singkat yang dapat anda gunakan untuk memilih bibit lele berkualitas.

Beli bibit yang berasal dari pembudidayaan benih ikan lele

Anda dapat membeli benih ikan lele dari balai pembudidayaan benih ikan lele yang mengantongi ijin sertifikasi cara pembenihan ikan yang dinilai baik. Hal semacam ini berguna untuk memastikan jika benih yang berasal dari indukan ikan lele yang benar-benar unggul. Tentunya pembudidaya tersebut juga sudah menerapkan cara-cara pembenihan ikan yang tepat dan baik. Dengan begitu maka benih ikan lele yang anda dapatkan juga terjamin kualitasnya, demikian halnya dengan usaha budidaya lele yang anda jalankan.

Amati gerakan dan fisik benih ikan lele

Jika dilihat dari segi fisik, maka benih ikan lele yang benar-benar berkualitas tentu memiliki ukuran tubuh yang berkualitas. Baik itu ukuran tubuh maupun kepala yang seimbang, tidak terdapat cacat, tidak terdapat luka, sungut benih lele tidak pucat dengan warna tubuh yang mengkilap serta cerah. Selain itu, ciri-ciri lainnya dari benih lele yang berkualitas dan sehat memiliki gerakan lincah, aktif serta tidak menggantung maupun menggerombol pada bagian pojok kolam. Karena ikan yang justru memiliki gerakan malas atau lamban menunjukkan jika ada sebuah masalah pada kesehatan maupun fisiknya.

Ukuran yang cenderung lebih seragam

Perhatikan aspek keseragaman dari ukuran benih. Seringkali ditemui ukuran benih lele yang justru tidak seragam. Padahal kondisi tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan ikan lele menjadi tidak serempak pula. Seperti yang sudah anda ketahui, bahwa jenis ikan yang satu ini memang tergolong sebagai ikan yang memiliki sifat kanibal. Oleh karena itu jika merasa lapar maka ikan lele berukuran lebih besar akan memangsa atau memakan ikan lele lain yang memiliki ukuran jauh lebih kecil. Maka dari itu jika kondisi pertumbuhan ikan lele yang anda budidayakan tidak serentak akan menjadikan usaha anda menjadi gagal panen karena sejumlah ikan dengan pertumbuhan lambat habis dimangsa.

Beberapa tips penting yang ada di atas akan sangat berguna pula bagi anda yang sedang berencana memulai usaha pembudidayaan ikan lele. Dengan demikian maka akan semakin mungkin jika usaha yang anda jalankan juga dapat berjalan dengan lebih lancar, selain itu tentunya juga lebih menekan kemungkinan gagal panen setelah menghabiskan sejumlah biaya dengan nilai besar.

  • Tips memilih induk lele untuk pembenihan

Ciri-ciri induk lele jantan:
– Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.
– Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.
– Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.
– Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress).
– Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina.
– Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa).
– Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.

2. Ciri-ciri induk lele betina
– Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.
– Warna kulit dada agak terang.
– Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.
– Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
– Perutnya lebih gembung dan lunak.
– Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).

3. Syarat induk lele yang baik:
– Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.
– Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil supaya terbiasa hidup di kolam.
– Berat badannya berkisar antara 100-200 gram, tergantung kesuburan badan dengan ukuran panjang 20-5 cm.
– Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan lincah.
– Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina berumur satu tahun.
– Frekuensi pemijahan bisa satu bula sekali, dan sepanjang hidupnya bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya mengandung cukup protein.

4. Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam tersendiri untuk dipijahkan.

5. Perawatan induk lele:
– Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pellet). Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif
tinggi, yaitu ± 60%. Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan.
– Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari berat total ikan.
– Setelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan, sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya. Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah berumur 2 minggu.
– Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati.
– Mengatur aliran air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran tidak perlu deras, cukup 5-6 liter/menit.

  • Tips pemberian rumput azolla untk pembenihan

Azolla microphylla adalah salah satu pakan alternatif yang baik untuk lele, nilai nutrisinya mengandung kadar protein antara 24-30%, kandungan asam amino essensialnya terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibanding dengan konsentrat jagung, dedak dan beras pecah. Untuk pembudidayaannya juga mudah, pada kondisi optimal azolla akan tumbuh baik 35% setiap hari. Bahkan anda bisa mengambil di sawah-sawah yang ditumbuhi azolla.

Cara pemberian pakannya bisa langsung di berikan tapi sebaiknya dalam bentuk kering, kalau diberikan basah akan mengakibatkan lele mengalami keterlambatan pertumbuhan. karena azolla yang basah akan mengakibatkan lele cepat kenyang dan lama untuk lapar.

Cara mengeringkan azolla adalah cukup diangin-anginkan saja, jika dijemur akan merusak nutrisi. Ada juga dengan cara difermentasi terlebih dahulu. bagaimana cara membuatnya? Berikut bahan dan cara pembuatannya.

Bahan-bahan:
Azolla microphylla segar
Dedak / Bekatul /Tepung Ikan
Probiotik starbio f9

Cara membuat fermentasi azolla microphylla:

  1. Timbang azolla microphilla yang segar, kemudian dedak atau bekatul di tambah dengan tepung ikan dengan perbandingan 70% azolla microphylla : 20% Bekatul atau dedak : 10% tepung ikan.
  2. Campur dan mengaduk bahan bahan tersebut hingga homogen.
  3. Tambahkan probiotik STARBIO F9 sebanyak 10 ml untuk 1kg bahan yang sudah dicampur tadi.
  4. Masukan campuran tersebut ke dalam plastik atau karung yang kedap air, kemudian ikat sampai rapat.
  5. Kemudian dibiarkan hingga masa fermentasi selama 3-4 hari.
  6. Bongkar campuran azolla microphilla dan dedak hasil fermentasi.
  7. hasil fermentasi azolla bisa langsung diberikan pada lele sebagai sumber protein tinggi.

 

Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Mataram Masih Rendah

Kepala Dinas Prikanan dan Kelautan Kota Mataram, H L Mazhuriadi mengatakan tingkat konsumsi ikan masyarakat di Kota Mataram sampai saat ini tergolong masih sangat rendah.

Padahal sebagaimana diketahui, ikan memiliki nilai gizi dan protein yang cukup tinggi bagi kecerdasan otak, khususnya pada anak-anak.

Selain itu, Mazhuriadi juga menilai rendahnya tingkat konsumsi ikan pada masyarakat di Kota Mataram selain disebabkan harga ikan yang sedikit mahal, juga disebabkan karena masih kurangnya pemahaman sebagian besar masyarakat kelebihan dan manfaat bisa didapatkan dengan banyak mengkonsumsi ikan.

“Dinas Prikanan dan Kelautan, akan terus mencoba berupaya mendorong kesadaran masyarakat akan manfaat mengkonsumsi ikan,  baik melalui kegiatan penyuluhan, seminar maupun dengan menggandeng berbagai kalangan untuk memberikan pemahaman dan penyadaran secara lansung kepada masyarakat.” ungkapnya Kamis (10/01/2013).

Menurut Mazhuriadi, semakin banyak pusat kuliner berbahan dasar ikan secara tidak langsung semakin memotivasi masyarakat mengkonsumsi ikan.

“Kita ketahui NTB daerah potensial penghasilan ikan tapi sayang tingkat konsumsi ikan masih rendah.” ujarnya.

Ia mengatakan, secara nasional pemerintah telah mencanangkan gerakan gemar makan ikan sebagai bagian dari upaya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Forikan.

Spesies Invasif Ancam Perairan lokal

Berbagai spesies invasif asing menguasai perairan Indonesia. Tanpa upaya pengendalian, keberadaan spesies ini mengancam kekayaan perairan, termasuk memusnahkan spesies lokal. Di sebagian daerah, spesies lokal sudah benar-benar terdesak.

”Untuk ikan asing invasif bersifat predator (karnivora), bereproduksi cepat dan kuat, secara tegas harus dilarang masuk Indonesia, baik untuk ornamen (ikan hias), apalagi budidaya,” kata Slamet Budi Prayitno, Guru Besar Budidaya pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Hal itu dikatakan saat seminar internasional ”Ancaman Spesies Asing Invasif terhadap Kelestarian Sumber Daya Ikan di Indonesia” di Jakarta, Rabu (17/4/2013), yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Seminar dibuka Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo. Menghadirkan pembicara Slamet Budi Prayitno, Arief Yuwono (Kementerian lingkungan hidup), Chandika Yusuf (WWF), John Hansen (USAID), dan Andy Sheppard (CSIRO).

Spesies invasif merupakan makhluk hidup yang masuk/dimasukkan ke ekosistem baru, lalu menguasai ekosistem itu. Spesies itu bisa dari luar negeri, maupun antar-region yang merugikan secara ekonomi ataupun ekologi.

Slamet mencontohkan ikan piranha dari Sungai Amazon, Brasil. Ikan penghias akuarium para penghobi itu berbahaya bila sampai terlepas ke perairan Indonesia. ”Kalau lepas, habis itu semua larva di air. Ini masalah serius yang harus diatasi,” kata mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Tengah itu.

Sementara itu, Sharif Cicip mengatakan, dampak negatif introduksi spesies asing telah dirasakan di Indonesia dan banyak negara. ”Meledaknya populasi ikan sapu-sapu, mujair, dan keong mas di beberapa perairan umum menunjukkan adanya dominasi dan ketidakseimbangan populasi yang dapat menurunkan populasi. Bahkan, kepunahan spesies ikan asli,” kata dia.

Ia mencontohkan, ikan nila (Oreochromis niloticus, asal Afrika, sejak 1969) yang dimasukkan ke Danau Laut Tawar Aceh mendesak populasi ikan depik (Rasbora tawarensis), ikan endemis. Ikan setan merah yang masuk bersama aneka benih ikan di Waduk Sermo, Yogyakarta, memangsa ikan mas, tawes, dan nila.

Sepuluh tahun sejak setan merah masuk waduk, kata Sharif, tangkapan masyarakat menurun. Sekitar 75 persen tangkapan adalah ikan setan merah.

Berdasarkan beberapa kajian, penurunan tangkapan membuat nelayan Sermo berubah profesi jadi tukang bangunan dan pekerja kasar lain. Ironisnya, waduk Cirata (Jabar) dan Kedungombo (Jateng) terancam setan merah.

Di Danau Ayamaru, Papua Barat, ikan mas (Cyprinus carpio) yang diintroduksi dari Jepang/ China menjadi invasif. Ikan itu memangsa ikan pelangi (Melanotaenia ayamaruensis), endemis danau alami itu.

Spesies ikan invasif juga membawa penyakit di perairan. Ada 13 penyakit, di antaranya lernaea cyprinacea pada ikan mas, viral nervous necrosis virus pada kerapu, koi herpesvirus pada ikan koi dan ikan mas, serta taura syndrome virus pada udang.

Antisipasi

Slamet Budi Prayitno menegaskan, ancaman spesies asing invasif itu masalah serius yang harus disikapi. Bila ikan karnivora harus dilarang masuk, ikan omnivor dan berfisik kuat butuh studi lanjut. Izinnya tetap harus diawasi sejak masuk hingga dipelihara dan diperjualbelikan.

Pada ikan berisiko rendah dengan kategori pertumbuhan lambat, reproduksi lamban, dan hanya hidup pada lingkungan tertentu—selama bisa dipastikan tak membawa penyakit—dibolehkan masuk untuk hobi/ornamen.

Slamet berharap Peraturan Menteri KKP No 17/2009 berisi daftar ikan-ikan yang dilarang masuk diperbarui. Penanganan spesies invasif juga perlu didukung lintas sektor.

Sesuai dengan amanat Konvensi Biodiversitas, koordinator soal spesies invasif adalah Kementerian lingkungan hidup bersama Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Dalam Negeri. Kementerian Perhubungan penting terlibat karena ada kasus spesies invasif dibawa air balas kapal laut. (ICH)

Sistem pernapasan pencernaan eksresi dll pada ikan

Proses atau Sistem Pernapasan pada Ikan (Penjelasan Lengkap) – Hewan air bernafas menggunakan insang sebagai organ respirasi untuk membantu mengikat oksigen yang terlarut dalam air dan membuang kelebihan karbondioksida. Insang merupakan pelipatan ke arah luar pada permukaan tubuh. Pelipatan pada insang membuat luas permukaan insang lebih besar dibanding permukaan bagian tubuh lainnya.

Insang merupakan organ respirasi yang sangat tepat bagi ikan. Susunan membran yang basah akan senantiasa mempermudah dalam pengikatan oksigen terlarut. Sebaliknya, hewan-hewan darat sangat tidak cocok bernapas dengan insang, karena membran yang basah pada insang akan mengering melalui penguapan oleh udara. Sistem trakea dan paru-paru merupakan sebuah adaptasi yang dilakukan oleh hewan darat, alat respirasi yang terletak di dalam tubuh, agar kelembapannya tetap terjaga.

Ikan bernapas menggunakan insang yang tersusun atas empat pasang lengkung insang. Masing-masing lengkung memiliki dua baris filamen yang tersusun atas lempengan pipih disebut dengan lamela. Lamela meningkatkan luas permukaan respirasi yang tersusun atas membran tipis dan banyak mengandung jaringan kapiler pembuluh darah tepat dibawahnya.

Sebagian besar ikan memiliki insang internal, karena ditutupi oleh operkulum sehingga tak tampak dari luar. Semua jenis ikan bertulang keras (ikan mas, gurame, dll) memiliki operkulum. Sedang beberapa ikan memiliki tipe insang eksternal karena tidak memiliki penutup insang (operkulum) sehingga celah insangnya tampak dari luar, seperti pda hiu, pari.
Pernapasan sangat dibantu oleh gerakan pemompaan yang dilakukan oleh mulut dan operkulum (gurame) atau katup insang (hiu) secara berirama. Ketika ikan membuka mulut, maka operkulum atau katup insang akan menutup. Hal ini kan meningkatkan volume pada rongga mulut. Peningkatan volume menebabkan tekanannya menurun, sehingga terjadi difusi dimana air mengalir masuk ke dalam mulut. Proses ini merupakan tahap inspirasi (mengambil napas), saat ekspirasi (pelepasan udara) terjadi saat mulut menutup dan operkulum/ katup insang membuka. Rongga mulut mengecil dengan menutupnya mulut, hal ini akan mendorong air ke rongga insang. Volume rongga insang meningkat dengan pembukaan operkulum atau katup insang. Air mengalir melalui lamellae insang dan pada saat ini akan terjadi proses pertukaran gas. Aliran air dan aliran darah dalam pembuluh kapiler adalah berlawanan. Hal ini akan menguntungkan bagi ikan karena dengan arus yang berlawanan ini mampu mengikat oksigen jauh lebih banyak dibanding arus searah. Aliran lawan arus mampu memaksimalkan pengikatan oksigen terlarut sampai 80%. Ikan secara aktif terus menerus memompa air masuk ke dalam mulut guna mencukupi kebutuhan oksigen. Molekul air memiliki bentuk yang lebih padat dibanding udara, itulah kenapa kandungan oksigen terlarut di dalam air jauh lebih sedikit dibanding kandungann oksigen di udara. Suhu dan kadar salinitas (garam) pada air sangat mempengaruhi kandungan oksigennya. Semakin tinggi suhu (hangat) dan salinitasnya (asin) maka semakin rendah kadar oksigennya. Oleh karena itu, ditemukan sedikit spesies ikan di daerah laut dekat permukaan yang suhunya cenderung hangat atau daerah air dengan kandungan garam yang tinggi seperti laut mati.

Beberapa spesies ikan memiliki alat tambahan pernapasan untuk menunjang kerja insang. Seperti pada kelompok labirynfish yang memiliki labirin. Labirin merupakan perluasan insang yang berkelok-kelok membentuk suatu rongga yang berfungsi sebagai penyimpan udara cadangan. Dengan pelipatan ini, labirin dapat menyimpan udara cadangan. Ikan-ikan yang memiliki labirin mampu bertahan hidup dengan  habitat yang pH tinggi (air kotor, air berlumpur). Ikan akan muncul ke permukaan untuk mengambil napas dari udara kemudian disimpan dalam labirin. Pernapasan di dalam air menggunakan suplai oksigen di dalam labirin. Kelompok lungfish memiliki paru-paru yang dapat mengikat okigen secara langsung dari udara. Paru-paru pada lungfish masih sangat sederhana dilengkapi dengan jaringan pembuluh darah. Meski demikan, kelompok lungfish memiliki insang yang digunakan saat pernapasan di dalam air. Gelembung renang (swim bladder) merupakan perkembangan lanjutan dari paru-paru pada lungfish yang berfungsi menyimpan udara untuk membantu dalam pergeraakan di dalam air, maupun pernapasan.

Satu kolam hasilkan 1ton ikan air tawar

Budidaya ikan air tawar di lokasi pengembangan perikanan Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara, banyak petani ikan yang berhasil serta menggantungkan hidupnya pada budidaya ikan air tawar. Sekarang ini lokasi itu sudah jadi satu diantara sumber perekonomian orang-orang yang menjanjikan. Pada lokasi itu ada seputar 150 kolam ikan punya 60-an warga yang tergabung dalam 6 grup tani. “Satu orang ada yang mempunyai 2 hingga 3 kolam, ” jelas Sangat salah seseorang yang memiliki kolam.

Sekarang ini, jelas Sangat, sekurang-kurangnya 40 dari 150 kolam punya warga itu telah produktif. “Sudah siap dengan ikan yang bisa dipanen, ” tambah Sangat. Terdapat banyak type ikan yang di kembangkan di kolam-kolam punya warga disana, diantaranya patin, bawal, nila, serta ikan mas. “Yang telah normal ikan patin, nila, serta bawal. Ikan mas masih tetap kami cobalah, ” kata Sangat. Menurut Sangat serta beberapa yang memiliki yang lain, yang paling mengundang selera adalah potensi ian patin. Dibanding dengan type ikan yang lain, ikan patin mempunyai prospek pasar yang semakin besar.

Mengingat peluangnya yang cukup besar tidak heran bila sebagian besar anggota KP Tani disana jadikan ikan patin juga sebagai unggulan pada kolam mereka. Sangat sendiri yang mempunyai 7 buah kolam mengakui mampu menghasilkan s/d 5 ton sekali musim panen yang dalam 1 th. dapat 2 kali. “Masa panen 6-7 bln. untuk ikan patin. Itu untuk ukuran standard, ” tuturnya. Bila semua kolam punya warga telah produktif, paparnya, jadi hasil panen bakal jauh semakin besar lagi.

Mengingat minimnya.kurang tersedianya daya serap pasar lokal, beberapa yang memiliki mesti lakukan panen dengan system bergilir. “Satu-catunya jalan sesaat ini dengan system bergilir lantaran pasar di Malinau cuma dapat menyimpan 200 kg /hari, ” jelas Sangat. Cara itu dikerjakan supaya beberapa yang memiliki kolam yang kolamnya telah dapat dipanen dengan cara berkala beroleh pendapatan dari kolamnya. Terkecuali pasar Malinau, paparnya lagi, pemasaran juga telah tiba ke Kabupaten Tana Tidung (KTT) serta Mensalong serta sekitarnya (Nunukan). Cuma, kekuatan pasar di 2 kabupaten ini juga terbatas. “Paling satu hari 100 kg. Itu untuk KTT serta Mensalong, ” paparnya.