Program “Sehatkan” Beri Dampak Positif bagi Masyarakat Pembudidaya

Program “Sehatkan” berupa fasilitasi sertifikasi hak atas tanah bagi pembudidaya ikan yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), mendapat sambutan postif dari masyarakat pembudidaya. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Sobjakto, mengatakan, program yang telah ada sejak tahun 2012, dengan menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) tersebut, telah memberikan dampak positif bagi masyarakat pembudidaya ikan.

Kemudahan akses pembiayaan, telah secara nyata mampu meningkatkan nilai tambah modal bagi pembudidaya dalam mengembangkan kapasitas usaha. Pembiayaan yang diberikan, lanjut Slamet, akan mendorong pembudidaya melakukan re-investasi, sehingga akan mempercepat proses pengembangan kawasan budidaya. Oleh karenanya, para pembudidaya harus memiliki cara pandang yang visioner dalam mengelola usahanya. “Kami akan dorong pemilik sertifikat yang masih minim permodalan untuk dapat memanfaatkan skema-skema kredit lunak baik melalui KUR, maupun program CSR dari perusahaan. Harapannya dengan begitu usaha yang mereka geluti akan berkesinambungan, lebih kuat dan mandiri,” papar Slamet saat membuka acara Temu Koordinasi Perikanan Budidaya di Hotel Grand Serpong, Tangerang, Senin (8/5).

Sementara itu, Nasem, salah seorang pembudidaya ikan bandeng di Kabupaten Indramayu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program “Sehatkan” yang digagas pemerintah. Menurutnya, sebelum adanya program ini, usahanya sangat sulit untuk mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan maupun pihak lain karena tidak memiliki sertifikat tanah, sehingga usaha yang ia geluti sulit berkembang. “Terus terang sebelum ada program Sehatkan kami masyarakat enggan mengurus sertifikat tanah,  karena butuh waktu lama dan prosesnya sangat ribet, namun melalui program ini semua telah diurus oleh pemerintah,” kata Nasem saat dikonfirmasi via telpon. Bukan hanya itu, dirinya mengaku, bahwa baru-baru ini dirinya telah mendapatkan akses permodalan dari program kemitraan kegiatan PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) PT. PELNI senilai 50 juta rupiah.

Demikian halnya dengan Munir, Koordinator Fasilitasi “Sehatkan” sekaligus sebagai pembudidaya ikan di Kecamatan Muncar Banyuwangi. Dirinya mengaku, sejak adanya program ini, usaha budidaya yang digelutinya semakin berkembang karena adanya tambahan modal melalui kredit perbankan yang digelontorkan Bank BRI dan lembaga pembiayaan swasta lainnya. “Saat ini kami cukup mudah mendapatkan akses kredit, dan semakin dipercaya, seiring adanya jaminan sertifikat yang kami miliki, disamping usaha budidaya yang lebih berkembang dari sebelumnya,” ungkapnya.

Sumber data yang terlaporkan ke KKP mencatat hingga tahun 2015 setidaknya sebanyak 7.739 sertifikat hak atas tanah pembudidaya yang telah diterbitkan BPN, dimana dari jumlah tersebut sebanyak 362 sertifikat telah diagunkan ke Bank dengan nilai kredit mencapai lebih dari 6,8 miliar rupiah. Sedangkan tahun 2017 KKP mengusulkan sebanyak 11.000 bidang tanah untuk disertifikasi ke Kementerian ATR/BPN. (Humas DJPB/RHP)

Sumber : http://news.kkp.go.id/index.php/program-sehatkan-beri-dampak-positif-bagi-masyarakat-pembudidaya/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s