Mina Padi, Hasilkan Pendapatan Petani Hingga 1.700 Dolar AS

KKPNews, Solo – Sistem minapadi semakin berkembang di Indonesia. Salah satu faktornya karena sistem ini bisa menambah penghasilan petani. Pada saat panen, petani tidak hanya mendapatkan padi, tetapi juga ikan siap jual.

Direktur Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengungkapkan, sistem ini mampu menambah penghasilan petani hingga 1.700 dollar AS atau setara Rp 22 juta (kurs Rp 13.000 per dollar AS) per hektar per musim tanam.

“Manfaat dari inovasi mina padi berbasis kluster antara lain resiko serangan hama sangat rendah, nol pestisida, penggunaan pupuk kimia berkurang signifikan, pendapatan yang lebih tinggi,” ungkap Slamet, Rabu (28/9/2016) saat dihubungi di Solo, Jawa Tengah.

Keberhasilan mina padi di Indonesia pun mengundang minat negara lain untuk mencontoh, antara lain stakeholder pertanian dan perikanan dari Laos dan Filipina. Untuk menularkan ilmu mina padi Indonesia ke negara lain, KKP dan FAO kemudian menggelar lokakarya dan tinjau lapangan mina padi di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada 26 – 28 September 2016.

Slamet mengatakan, prospek mina padi di Indonesia masih sangat besar. Sebab, dari sekitar 14 juta hektar lahan tanaman padi di Indonesia, yang menggunakan sistem mina padi baru hanya 142.122 hektar atau hanya sekitar 1 persen.

Padahal, kata Slamet, sistem mina padi merupakan cara yang efektif untuk keberlanjutan usaha pertanian dan perikanan, meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan kedaulatan pangan.

Tanaman padi yang dihasilkan pun lebih berkualitas karena mina padi memungkinkan terciptanya pertanian organik yang ramah lingkungan dan produknya lebih sehat untuk dikonsumsi.

Sistem mina padi juga akan meningkatkan produksi ikan yang pada tahun 2016 ditargetkan mencapai 19,5 juta ton.

“Ikan air tawar seperti gurame, nila, lele, dan udang galah, bahkan ikan hias jenis Koi sangat cocok dibudidayakan pada sistem mina padi,” ujar Slamet.

Meningkatnya produksi ikan, lanjut Slamet, pada akhirnya akan mendukung kebutuhan gizi masyarakat. Slamet menambahkan, karena melibatkan lintas kementerian, program mina padi nasional akan dikoordinir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Pada 2015 lalu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (Ditjen PB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan organisasi pangan dunia (Food and Agriculture Organization of the United Nations/FAO) mengembangkan mina padi pada sistem kluster dengan pola tanam padi jajar legowo. (HumDJPB/MD)

Sumber : http://news.kkp.go.id/index.php/mina-padi-hasilkan-pendapatan-petani-hingga-1-700-dolar-as/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s