Nila Unggulan di Youtube

(Antara)-Ikan nila yang selama ini masih dipandang sebelah mata oleh sebagian pembudidaya ikan, ternyata melalui berbagai metode keilmuan ahli perikanan, mampu menghasilkan kualitas ikan nila yang tahan segala macam penyakit. Seperti Nila Gesit dan Nila Seleksi Unggul Selabintana (Sultana), yang menjadi andalan Sukabumi, karena bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya dan cepat tumbuh.

copyright © AntaraTV
LKBN Antara – Indonesia

Advertisements

Perkenalkan : Hemibagrus wyckioides, sang Baung Ekor Merah

Hemibagrus wyckiodes adalah catfish raksasa dari daratan Asia yang mampu tumbuh hingga 180 cm. Berasal dari daerah Thailand dan sekitarnya. Ikan ini hidup dalam satu habitat dengan Mekong Giant Catfish, Siamese Giant Carp & Genghis Khan Catfish.

Karena sirip ekornya yang berwarna merah saat dewasa, maka ikan ini dijuluki Siamese Red Tail Catfish. Saat masih kecil, ikan ini memiliki postur yang sama dengan Baung (Hemibagrus nemurus) hanya saja sungut Siamese Red Tail berwarna putih.

Sifat Hemibagrus whyckiodes cukup territorial, namun bisa ditanggulangi apabila sejak kecil ikan ini dicampur dengan ikan lain yang berukuran lebih besar.
Oleh penduduk sekitar, ikan ini adalah ikan konsumsi, namun bagi para kolektor ikan eksotis ikan ini adalah ikan yang sangat menarik.

This slideshow requires JavaScript.

Sumber :

ffish.asia.com

 Jean-Francois Helias Fishing Adventures Thailand

Profile Udang Galah SIRATU (Seleksi Individu Pelabuhanratu)

Udang Galah SIRATU Realease tahun 2015 ; KEPMEN No.25/MEN/2015 DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA)

KEUNGGULAN :

  1. Fekunditas lebih dari 700 butir/g induk (35.000 butir/induk)
  2. Survival rate larva lebih dari 50%
  3. Laju pertumbuhan harian mencapai 4% per hari
  4. FCR Pembesaran lebih kecil dari 1,75
  5. SR pembesaran lebih besar dari 80%
  6. Lama pemeliharaan pembesaran lebih cepat 10% dari udang galah biasa

SIRATU merupakan udang galah hasil seleksi individu pada karakter pertumbuhan cepat. pada awal pemuliaan dilakukan pembentukan populasi dasar dengan sumber genetik berasal dari sungai Mahakam (Kaltim), sungai Cenranae (Bone-Sulsel) dan sungai Citanduy (Ciamis-Jabar).

MANFAAT :

  1. Aspek Teknologi

Teknologi budidaya udang galah sudah cukup memasyarakat dan udang galah relatif mudah dibudidayakan. banyak sistem teknologi yang bisa dijadikan alternatif pengembangan seperti budidaya monokultur, polikultur, budidaya terpadu dengan sektor lain seperti UGADI, UGAMEDI, tradisional, semi intensif bahkan intensif

2.Aspek Ekonomi

SIRATU mampu mengurangi waktu/durasi pada masa pemeliharaan larva dari waktu pemeliharaan 45 hari menjadi 24-30 hari

3. Aspek Sosial

Untuk mendukung suksesnya program nasional yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, yakni program UGADI/UGAMEDI

4. Aspek Lingkungan

Strain baru memperkaya keragaman hayati udang galah, kegiatan domestikasi dan meregenerasi udang galah dari alam adalah salah satu upaya untuk melestarikan plasma nutfah dari beberapa strain udang galah sehingga mencegah terjadinya kepunahan

Source : http://www.bbpbat.net

SIRATU BETINA

Udang Galah SIRATU Betina

SIRATU JANTAN

Udang Galah SIRATU Jantan

Source pic : www.djpb.kkp.go.id

 

Udang Galah SIRATU

Sukabumi, (Antara Megapolitan) – Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar atau BBPBAT Sukabumi, Jawa Barat terus mengembangkan budidaya udang galah Si Ratu yang memiliki kualitas terbaik untuk saat ini.

“Kami berikan nama Si Ratu karena saat penelitian sejak 2007 lalu, indukannya berasal dari Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sehingga Si Ratu merupakan singkatan dari Seleksi Individu Palabuhanratu,” kata Perekayasa Udang Galah BBPBAT Sukabumi, Dasu Rohmana kepada Antara di Sukabumi, Senin.

Menurutnya, udang galah ini memiliki keunggulan dalam hal ukuran dan cepat besar jika dibandingkan udang galah dari daerah lain maupun hasil tangkapan di alam. Bahkan, Kalimantan yang merupakan salah satu daerah penghasil udang galah saat ini sudah meminta disuplay dari Sukabumi.

Selain itu, udang galah Si Ratu ini bisa dibudidayakan atau dibesarkan di mana saja seperti dengan tanaman padi atau di sebut Ugamedi dan lain-lain. Bahkan, udang hasil penelitan pihaknya cepat berkembangbiak dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang barunya asalkan air tidak tercemar limbah.

“Kami terus membudidayakan udang ini, karena permintaan sangat tinggi. Sebab jika mengandalkan alam sudah tidak mungkin lagi yang diakibatkan dari kerusakan alam seperti pencemaran,” tambahnya.

Di sisi lain, pihaknya juga menyediakan mulai dari benih, indukan hingga ukuran konsumsi. Bahkan, budidaya udang galah ini memiliki peluang usaha yang tinggi karena sampai sekarang permintaan baik dari dalam maupun luar negeri belum terpenuhi, sehingga pihaknya juga mengajak masyarakat untuk ikut membudidayakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi ini.

“Udang galah dihargai Rp75 ribu/kg untuk size 30, hampir seluruh Indonesia meminta pasokan dari Sukabumi, bahkan beberapa negara seperti Malaysia, Jepang

dan Singapura pun meminta pasokan yang lebih besar. Diharapkan dengan adanya peluang ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbudidaya udang galah yang memiliki bahasa latin Macrobrachium rosenbergii,” kata Dasu.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2015