Ribuan Bibit Nila Untuk Petani

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan kembali menghibahkan bantuan bibit dan pakan ikan nila bagi petani keramba di Enam kabupaten kota termasuk Hulu Sungai Utara.

Kelompok pembudidaya Ikan (Pokdakan) Karya Bersama Desa Tangga Ulin Hulu beruntung mendapat giliran menerima bantuan bibit dan pakan ini.

Pihak Kontarktor dari CV Mitra Aura Banjarbaru pada Kamis (14/8) langsung mengantar puluhan kantong plastik berisi bibit ikan nila dan puluhan karung berisi pakan Ikan ke Desa Tangga Ulin Hulu.

Bantuan bibit Nila sebanyak 40 ribu ekor dan  1300 kg pakan ikan diterima langsung ketua dan anggota Pokdakan
Karya Bersama dengan disaksikan pejabat dari Dinas Perikana dan Peternakan.

Untuk Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) masih terdapat tiga pokdakan lagi yang akan menerima bantuan, yakni
Bantuan bibit Ikan Pepuyu bagi Pokdakan Karya Bakti Desa Kota Raja, bantuan bibit Ikan Gabus untuk Pokdakan Usaha Ikan Desa Parupukan dan bibit Ikan Gurami kepada salah satu Pokdakan di Desa Pihaung.

Kepala Seksi Budi Daya Ikan pada Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) HSU Sri Yulia Rahman menjelaskan bantuan bibit ikan Nila sengaja diusulkan sepaket dengan pakan ikannya karena di HSU masih banyak Pokdakan yang belum mampu membuat pakan khusus untuk bibit ikan.

“Kalau untuk pakan pembesaran ikan banyak kelompok petani yang sudah mampu membuatnya sendiri” terangnya.

Pemberian bantuan bibit dan pakan Ikan Nila ini, kata Yulia berdasarkan proposal yang diajukan Pokdakan Karya Bersama ke Diskannak HSU yang diteruskan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Kalimantan Selatan.

“Kita sudah tinjau kelayakan masing-masing Pokdakan untuk menerima bantuan ini demikian pula dari propinsi juga meninjau langsung karena jika tidak layak maka bantuan tidak akan diberikan” jelas Yulia.

Contohnya untuk bantuan kali ini, katanya sebanyak 10 Pokdakan yang diusulkan namun hanya empat kelompok yang disetujui mendapat bantuan.

Ia tidak memungkiri jika petani di HSU khususnya masih sangat membutuhkan bantuan bibit dan pakan, apalagi untuk pakan pembibitan ikan petani masih bergantung pada produk pabrikan, karena jika membuatnya sendiri lebih rendah kandungan proteinnya.

Apalagi harga pakan ikan cukup mahal, contohnya seperti merk Comfeed sebagaimana yang dibantukan kali ini harganya Rp430 ribu/ sak. sedang merk bintang lebih murah hanya Rp150 ribu/sak namun kadar proteinnyaa jauh lebih rendah.

“Biasanya untuk pakan pembibitan ikan para petani masih memberikan bubuk makanan udang atau pengli yang diberikan kepada anak ikan selama setengah bulan” tutur Yulia.

Namun beberapa pokdakan di HSU, katanya sudah bisa membuat pakan untuk bibit ikan, seperti di Desa Kota Raja, Palimbang Sari dan Lok Suga.

Pada saat harga pakan pabrikan melambung akibat mahalnya bahan bakar minyak (BBM) sebagaimana terjadi beberapa waktu lalu maka petani dituntut mampu membuat sendiri pakan ikan meski kandungan proteinnya lebih rendah dibanding pakan pabrikan.

Saat ini kata Yulia, budidaya Ikan Patin dan Nila cukup besar dihasilkan para petani pembudidaya, apalagi di kawasan Minapolitan di Kecamatan Haur Gading.

Khusus Ikan Gurami yang juga dibudidayakan petani masih kurang produksinya karena hanya beberapa Pokdakan yang melakukan budidaya jenis ikan ini sekedar memenuhi pesanan sejumlah usaha rumah makan dan restoran di luar daerah HSU.

Sumber : Amunta, (Antaranews Kalsel)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s